Saturday, 23 April 2011

TATA CARA PENETASAN TELOR

By :
Glorybators
Menetaskan telur merupakan seni tersendiri untuk dapat berhasil. Bagi anda adalah pemula, sebaiknya jangan terlalu berharap untuk langsung mendapatkan hasil yang bagus atau prosentase sukses penetasan yang tinggi. Kesabaran, memperdalalam pengetahuan, membaca dan memahami penggunaan mesin penetas, pengetahuan akan teknik penetasan telor bahkan sampai dengan pemilihan telor dari induk yang bagus serta latihan berulang akan mendukung kesuksesan penetasan tersebut.
Beberapa langkah yang harus diperhatikan adalah:
1. Pengambilan telur.
2. Penyimpanan telur.
3. Memasukan telur dalam mesin.
4. Perlakuan selama berada dalam mesin.
5. Pengawasan dalam mesin.
6. Pemindahan telur dari setter ke hatcher
7. Perlakuan setelah telur menetas
Pengambilan telur.
Telur yang baru dikeluarkan (di-telorkan) dari induknya harus diambil setiap pagi dan sore. Proses pengambilan ini penting dilakukan karena jika menunggu sampai telur tersebut dierami oleh induknya maka telur yang fertile akan berkembang dan jika dimasukkan ke dalam mesin, perhitungan pengeraman akan menjadi kacau sehingga berpotensi membuat kesalahan perhitungan hari yang berakibat pada kegagalan penetasan.
Penting diperhatikan dalam pemilihan telur:
1. Telur yang terlalu besar tidak dipakai untuk ditetaskan.
2. Terlalu kecil,terlalu kotor juga tidak dipakai untuk ditetaskan.
3. Bentuknya tidak proporsional (terlalu bulat atau irregular) tidak dipakai untuk ditetaskan.
4. Terdapat retakan sekecil apapun sebaiknya tidak dipakai untuk ditetaskan.
Anomali Telor ( Tidak untuk ditetaskan)
Penyimpanan telur.
Telur dikumpulkan selama maksimal 7 (tujuh) hari setelah telur dikeluarkan dari induknya. Telur dikumpulkan pada egg tray dengan ujung tumpul di bagian atas. Perlakuan yang harus dilakukan pada telur dalam eggtray tersebut adalah:
1. Telur tidak boleh dicuci atau dilap terlalu basah atau bahkan menggunakan bahan kimia apapun.
2. Telur tidak boleh ditulisi dengan pulpen atau spidol. Disarankan hanya dengan pensil!
3. Jangan menguncang apalagi mengocok telur yang akan ditetaskan. Hal ini akan mengakibatkan kerusakan pada tali telur dan mengakibatkan kuning telur akan menempel pada salah satu dinding. Dengan keadaan tersebut telur tidak mungkin menetas.
4. Miringkan ke salah satu sisi ± 30 derajat pada pagi hari dan miringkan kembali kea rah yang berlawanan pada sore hari (Lihat gambar dibawah ini).
Memasukan telur dalam mesin.
Sebelum memasukan telur dalam mesin, pastikan dahulu mesin tetas sudah di-test untuk kestabilan suhu dan kelembabannya. Saran kami mesin telah dijalankan selama 1 jam untuk memastikan suhu dan kelembaban yang dibutuhkan telah tercapai dan mesin berjalan baik atau konstan.
Masukkan telur bersama eggtray setelah diberi label atau ditulis tanggal saat memasukkan dalam mesin. Hal ini penting untuk menentukan waktu:
1. Peneropongan telur
2. Pemindahan dari tray setter ke tray hatcher
3. Penetasan itu sendiri.
Peneropongan Telor untuk memastikan perkembangan Embrio
Perlakuan selama berada dalam mesin.
Beberapa tips sewaktu telur berada dalam mesin:
1. Peneropongan dilakukan pada hari ke 5 dan diulang pada hari ke 14 dan hari ke 18 untuk menentukan telur “pasti menetas”. Pada Gambar dibawah ini dapat dilihat (diperkirakan) perkembangan embrio dalam telor yang juga ditandai dengan ukuran kantong udara dalam telor jika telor di-teropong (piping).
2. Lakukan pengawasan suhu dan kelembaban setiap hari.
3. Isi air dalam nampan, jangan sampai kering.
4. Perhatikan jika ada bau busuk, segera dicari asal bau tersebut dan sesegera mungkin mengeluarkan telur tersebut karena telur busuk tersebut merupakan sumber bibit penyakit.
Pemindahan Telur dari Setter ke Hatcher
Jika waktu yang ditentukan untuk memasuki masa penetasan (hatching) misal : ayam pada hari ke 18 dan bebek pada hari ke 25, maka terlebih dahulu seluruh telor perlu di teropong untuk menentukan perkembangannya. Selanjutnya telor-telor tersebut dipindahkan dari tray setter ke tray hatcher. Pada 3 hari sebelum penetasan (hatching) telor-telor diharuskan untuk diposisikan secara mendatar dan tidak boleh digoyang / diputar sama sekali (hands-off).
Posisi Telor dalam Setter Tray (ujung tumbul diatas)
Hal ini dikarenakan, embrio dalam telor sedang memposisikan diri untuk mematuk cangkang /kulit telor sebelum mereka menetas sempurna secara mandiri. Membalik / memutar telor menyebabkan kegagalan embrio dalam memposisikan diri dan dapat menyebabkan kematian sebelum / pada saat penetasan. Perhatikan kelembaban pada saat hatcher karena akan membutuhkan kelembaban yang lebih tinggi daripada waktu setter.
Perlakuan Setelah Telur Menetas
Pada saat telor sudah mulai menetas, jangan cepat cepat mengeluarkan anak-anak ayam / bebek karena kondisinya belum kering sempurna dan masih membutuhkan kehangatan suhu penetasan. Pengeluaran anak-anak ayam setidaknya jika telah lebih dari 50% dari telor yang ditetaskan menetas dengan baik dan telah siap untuk dikeluarkan. Lakukan pemindahan dengan hati-hati dan cepat (juga keluarkan cangkang telor yang telah menetas) dan segera menutup kembali pintu mesin tetas dan segera control kembali untuk kelembabannya agar tidak mempengaruhi telor-telor yang tersisa dan belum menetas.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment