Pemenuhan telur dan daging itik dapat dipenuhi dari diperlukan bibit itikyang baik dan unggul. Bibit itik yang baik dan unggul hanya bisa diperolehmelalui teknik pembibitan yang ditangani sesuai prosedur yang benar(Jayasamudra dan Cahyono, 2005). Teknik pembibitan harus ditangani secarabenar dan tepat, sehingga menghasilkan ternak itik yang memiliki kualitasdalam menghasilkan telur konsumsi.Kebutuhan produksi telur dan daging itik tidak dapat terlepas dengan prosespenetasan. Saat ini, penetasan telur itik di Pedesaan masih banyak yangmenggunakan induk untuk menetaskan telur. Hal ini dirasa kurang efektifkarena jumlah telur yang dapat ditetaskan per induk relatif sedikit, yaituhanya berkisar antara 5 sampai 10 telur. Sementara kebutuhan konsumsi telurdan daging terus meningkat seiring dengan semakin meningkatnya populasipenduduk di Indonesia, sehingga dibutuhkan suatu teknologi untuk dapatmenetaskan telur itik sesuai dengan permintaan.Salah satu teknologi yang sampai saat ini mulai digunakan adalah mesinpenetasan. Penetasan telur itik sudah mulai dilakukan diberbagai daerah.Usaha penetasan telur itik dengan mesin tetas di Yogyakarta pada umumnyamenggunakan mesin tetas dengan kapasitas 250–350 butir/unit baik dalamskala usaha kecil, menengah hingga skala besar (Juarini dan Sumanto, 2000).Usaha peternakan itik sebagai penghasil telur dan daging semakin mengarahpada usaha komersial yang pengelolaannya harus dilaksanakan secara efisien.Pengembangan usaha penetasan telur itik komersial seyogyanya harus dapatmemenuhi permintaan dengan tidak mengabaikan kualitasnya, sehingga tercapaikepuasan antara produsen dan konsumen. Mesin tetas merupakan sumberdayayang vital dalam keberlangsungan usaha peternakan itik secara komersial.Pemilihan Telur TetasTelur tetas merupakan telur fertil yang akan ditetaskan baik menggunakanpenetasan alami maupun menggunakan mesin tetas. Pengelolaan telur tetasmembutuhkan ketelatenan dan ketekunan sehingga menghasilkan daya tetas yangtinggi. Telur tetas ini sudah dibuahi oleh pejantan dan telur tetas iniharus berasal dari induk itik yang bermutu baik.Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih telur tetas menurutAbidin (2004) yaitu:Berat telur harus berada pada kisaran normal, yaitu tidak terlalu besar dantidak terlalu kecil.Berat telur itik berkisar antara 50-60 gram per butir,Umur telur tetas tidak boleh lebih dari 5 hari dan telur sebaiknya disimpanpada suhu 15-17oC,Kulit atau cangkang telur bebas dari kotoran, baik berupa feses maupunsisa-sisa pakan yang masih menempel,Indeks telur normal, yaitu berkisar antara 70-80%.Tatalaksana PenetasanPemilihan telur tetas yang tepat, maka akan menghasilkan daya tetas yangbaik. Setelah memilih telur tetas dengan tepat, maka langkah selanjutnyayaitu melakukan tatalaksana penetasan sesuai dengan kondisi aslinya.Kondisi mesin tetas disesuaikan dengan kondisi induk.Langkah pertama yang dilakukan sebelum memasukkan telur tetas kedalam mesintetas adalah membersihkan mesin tetas menggunakan desinfektan. Hal inidilakukan untuk menghapushamakan bakteri maupun mikroba yang dapatmengganggu daya tetas dari telur yang ditetaskan. Suhu didalam mesin tetasdiatur pada suhu 39-40oC. Kemudian telur tetas diletakkan pada rak mesintetas dengan bagian tumpul diatas.Mesin tetas dibagi menjadi dua bagian yaitu inkubator dan hatchery. Anakitik menetas setelah 28 hari. Jika pada ayam selama 21 hari denganpengaturan 18 hari di inkubator dan 3 hari di hatchery. Telur diputar duakali sehari. Pemutaran telur ditujukan untuk mendinginkan telur, sepertipada induk yang sesekali meninggalkan telurnya. Pemeriksaan telur(candling) dilakukan minimal 2 kali untuk mengetahui telur yang fertil daninfertil.Suhu Udara Di Dalam PenetasanEmbrio akan berkembang bila suhu udara di sekitar telur minimal 70oF(21,11oC) namun perkembangan ini sangat lambat. Di bawah suhu udara inipraktis embrio tidak mengalami perkembangan, sehingga penyimpanan telurtetas sebaiknya sama atau dibawah suhu tersebut (Jasa, 2006). Berdasarkanhal tersebut, harus diatur suhu lingkungannya pada mesin tetas sesuaidengan kebutuhan proses penetasan.Suhu embrio harus sesuai dengan kondisi pada proses penetasan alamimenggunakan induk. Jasa (2006) menyatakan bahwa suhu yang baik untukpertumbuhan embrio adalah berkisar diantara 35 – 37oC. Hal yang dilakukansupaya embrio dapat berkembang dengan baik maka suhu didalam ruangpenetasan diatur dengan kisaran suhu 95 – 104oF, untuk menjamin embriomendapatkan suhu yang ideal untuk perkembangan yang normal.Kelembaban Relatif PenetasanKelembaban relatif didalam penetasan merupakan hal yang penting untukmenjaga kandungan air di dalam telur. Kelembaban relatif ditujukan untukmenjaga air didalam telur menguap terlalu banyak melalui pori-pori telur.Jasa (2006) mengemukakan kelembaban yang baik di dalam penetasan adalahberkisar antara 60% untuk menetaskan telur ayam atau 5 – 10% lebih tinggiuntuk menetaskan telur itik atau saat akan menetas kelembaban dinaikkanmenjadi 70% untuk menetaskan telur itik.Pengaturan Sirkulasi UdaraKandungan CO2 dalam penetasan jangan lebih dari 0,5%. Kandungan CO2 sampai2% akan sangat menurunkan daya tetas dan bila mencapai 5% akan menyebabkananak ayam atau anak itik tidak menetas. Untuk menghindarkan terjadinya haltersebut (CO2 lebih dari 0,5%), hendaknya penetasan diusahakan jauh darijalan raya atau jauh dari jalan yang ramai dengan kendaraan bermotor (Jasa,2006).(Sumber : http://www.i
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Saturday, 29 October 2011
Tuesday, 27 September 2011
dedak
Kami siap membantu supplai dedak halus Rp 2500/kg
Tepung ikan Rp.4500/kg
Jagung Rp.3500/kg
telp/sms 083838881101
Tepung ikan Rp.4500/kg
Jagung Rp.3500/kg
telp/sms 083838881101
Wednesday, 21 September 2011
Meramu dan Meracik Pakan unggas
Banyaknya pemain baru dalam bisnis ayam kampong kami rasakan sendiri sebagai penyedia DOC ayam kampong. Saat sekarang ini kami merasa kewalahan melayani pesanan DOC ayam kampong dari berbagai penjuru nusantara. Tak kurang dari 4000-5000 ekor DOC ayam kampong kami produksi per minggunya, tapi karena jumlah permintaan yang melebihi kapasitas produksi maka pembeli harus indent (pesan).
Banyaknya peternak ayam kampong yang sadar dan melakukan kegiatan usaha beternak ayam kampongnya beralih dari system pemeliharaan ekstensif ke system pemeliharaan secara intensif. Karenanya factor pakan tidak bisa diabaikan dan perlu mendapat perhatian lebih karena pakan mempunyai pengaruh besar dalam model pemeliharaan secara intensif. Pakan ayam kampung sebenarnya masalah sederhana, akan tetapi muncul pertanyaan, apakah efisien kalau kita memberikan pakan ala kadarnya atau dengan memberikan pakan ayam ras pada ayam kampong kalau dilihat dari tingkat produksinya? Dan setelah dihitung dan di ambil kesimpulan bahwa memang sangat tidak efisien kalau kita berikan pakan ala kadarnya atau pakan ayam ras full kepada ayam kampong. Maka usaha apa yang sekiranya bisa dilakukan untuk menekan biaya pakan dan keuntungan bisa meningkat ?
Salah satu usaha yang bisa dilakukan adalah dengan membuat pakan sendiri untuk ayam kampong setelah melakukan usaha penghematan dengan efisiensi penggunaan pakan. Jangan terbayang dulu masalah kerumitan dan njlimet urusan membuat dan mencampur pakan sendiri. Kalau mau belajar insyaallah semua bisa diselesaikan yang penting kedepankan dulu sikap kemauan dan rasa optimis tinggi. Seorang peneliti tidak mesti hanya sekali dalam menemukan karyanya, yang terpenting adalah terus berusaha menemukan.
Pemberian pakan pada ayam kampong pada dasarnya sama dengan ayam ras yakni berdasar pada tingkat umur, fase pemeliharaan, dan system pemeliharaan yang digunakan. Pakan untuk ayam kampong tidak boleh diabaikan. Mengapa? Karena pakan adalah aspek yang sangat vital bagi kehidupan ayam. Tanpa adanya pakan yang tercukupi kebutuhan nutrisinya maka pertumbuhan ayam kampong akan terganggu. Berikut akan kami sajikan tabal kebutuhan protein dan energy metabolisme sesuai tingkatan fase pemeliharaan.
Tabel 1. Kebutuhan protein dan energy metabolisme untuk ayam kampung pedaging
Fase pemeliharaan | Protein (%) | Energi metabolisme (kkal/kg) |
| Brooding (1-14 hari) | 22 | 3050 |
| Starter (14-30 hari) | 20 | 3100 |
| Grower (31-60 hari) | 19 | 2900 |
| Finisher (>61hari) | 16-18 | 3000 |
- Kandungan nutrisi bahan pakan yang akan dijadikan campuran atau untuk meramu pakan
- Ketersediaan bahan yang kontinyu dan stabil dalam hal kualitas
- Bahan tersebut tidak bersaing dengan kebutuhan pokok manusia (food)
- Harga bahan baku relatif murah dan terjangkau
Kita akan menyusun pakan untuk ayam kampong fase grower. Kalau berdasarkan table di atas, kebutuhan protein ayam kampong periode grower sebesar 19%. Bahan yang akan kita pakai untuk mencampur adalah bahan yang mudah di dapat seperti pakan konsentrat ayam petelur (40%), jagung (45%), dan dedak/bekatul (15%). Kandungan protein masing-masing bahan pakan anda bisa lihat pada table 3. Sehingga hasil perhitungannya adalah sebai berikut :
Konsentrat 40% x 34% =13.6, jagung 45% x 9.0% = 4.0, dan bekatul 15% x 10.2% = 1.5 sehingga nilai hasil protein yang diperoleh adalah 13.6 + 4.0 + 1.5 = 19.1, sehingga dapat disimpulkan bahwa ransum yang kita campur sudah sesuai dengan kebutuhan ternak kita (ayam kampong).
Dengan terpenuhinya nutrisi pakan yang cukup maka kita akan bisa memantau jumlah komsumsi pakan dan berat badan mingguan ternak ayam kampong kita :
Table 2. Konsumsi pakan dan berat ayam kampong standart
Umur (minggu) | Konsumsi pakan (gr/ekor/mgg) | Berat badan (gr/ekor) |
1 | 50 | 80 |
2 | 90 | 120 |
3 | 160 | 210 |
4 | 260 | 280 |
5 | 260 | 350 |
6 | 290 | 460 |
7 | 340 | 520 |
8 | 390 | 590 |
9 | 440 | 640 |
10 | 480 | 700 |
11 | 530 | 760 |
12 | 590 | 810 |
Untuk membantu anda yang masih penasaran dan ingin mencoba meramu dan mencampur pakan ayam kampong sendiri, berikut akan kami sajikan tabel beberapa kandungan nutrisi bahan pakan yang mudah untuk kita jumpai.
Table 3. kandungan nutrisi beberapa bahan pakan yang biasa digunakan untuk pakan unggas :
Bahan baku | Protein (%) | Lemak (%) | Serat kasar (%) | Energi (kkal/kg) | Batas (%) |
| Bekatul | 10.2 | 7.9 | 8.2 | 1.630 | 75 |
| Broiler konsentrat | 41-42 | 6 | 5 | 2800 | 40 |
| Bungkil kedelai | 41.7 | 3.5 | 6.5 | 1.540 | 30 |
| Bungkil kelapa | 20.5 | 6.7 | 12 | 1.540 | 15 |
| Gandum | 11.9 | 1.9 | 2.6 | 3.000 | 20 |
| Jagung | 9 | 3.8 | 2.5 | 3.430 | 50 |
| Layer konsentrat | 32-34 | 6 | 6 | 2500 | 40 |
| Pollard | 16.2 | 4.3 | 7.7 | 2.970 | 25 |
| Sagu | 1.9 | 1.19 | 4.68 | 2.630 | 25 |
| Tepung bekicot | 60.9 | 7 | 4.5 | 3.010 | 3 |
| Tepung gaplek | 1.5 | 0.7 | 0.9 | 2.970 | 20 |
| Tepung ikan | 53.9 | 4.2 | 1 | 2.640 | 20 |
| Tepung tulang | 12 | 3 | 2 | - | 5 |
Monday, 19 September 2011
Cara memilih DOD bebek yang baik , adalah salah satu kunci sukses beternak bebek, jika salah dalam pemilihan bibit bebek atau DOD maka masa depan peternakan bebek anda akan menjadi suram.
Berikut ini adalah cara memilih DOD bebek yang baik, yang harus dilihat ketika kita memilih bibit adalah bibit bebek tersebut memiliki bulu yang bagus dan kering, kedua matanya melek, bebek bergerak lincah, tidak cacat pada kaki (pincang). Lalu setelah memilih bibit yang baik, selanjutnya adalah pemeliharaan dimana biasanya ini adalah masa-masa yang sulit sehingga tidak sedikit yang gagal didalamnya.
DOD (day old duck) umur 1-2 minggu sebaiknya ditempatkan dikandang yang dilengkapi pemanas, yaitu berupa box yang sekelilingnya tertutup atau bisa juga ditutup dengan kain/plastik. Kandang diberi fentilasi yang cukup agar sirkulasi udara terjaga, lalu sebelum DOD / bibit bebek dimasukkan semprotkan disinfektan agar kandang bebas dari kuman/penyakit yang dapat menyerang bebek. Lalu didalam pemberian pakan, bebek umur 1-2 minggu perlu diberi pakan yang sedikit demi sedikit tetapi continue, berikan vitamin dan antibiotik untuk menjaga kesehatan bebek dan menambah nafsu makan. Dan yang terakhir selalu bersihkan kandang secara rutin, sebagai bentuk pencegahan terhadap penyakit.
Mengurut benang kusut
Bos ,harga jual bebeknya mahal bener ya? kata pembeli diwarung bebek "murahin dong ,masa ukuran segitu harga 20 ribu?"
"Bos...masa jual karkas bebeknya mahal bener? saya mau jual berapa 1 porsinya?" tanya pemilik warung makan kepada supplier karkas bebeknya
"Halaah bos, masa jual bebek harganya naik terus,pembeli saya protes jadinya ,saya mau dapat untung berapa kalau anda jual ke saya harga segitu?" tanya pemotong bebek kepada peternak
Pak Harga pakan bukannya turun malah naik terus...saya mau bilang gimana?
Inilah yang realita usaha bebek, bukan seperti yang kita bayangkan ,tapi bukan berarti usaha ini tidak bisa menghasilkan profit, lalu bagaimana saya dapat profit dari usaha ini .....????
"Bos...masa jual karkas bebeknya mahal bener? saya mau jual berapa 1 porsinya?" tanya pemilik warung makan kepada supplier karkas bebeknya
"Halaah bos, masa jual bebek harganya naik terus,pembeli saya protes jadinya ,saya mau dapat untung berapa kalau anda jual ke saya harga segitu?" tanya pemotong bebek kepada peternak
Pak Harga pakan bukannya turun malah naik terus...saya mau bilang gimana?
Inilah yang realita usaha bebek, bukan seperti yang kita bayangkan ,tapi bukan berarti usaha ini tidak bisa menghasilkan profit, lalu bagaimana saya dapat profit dari usaha ini .....????
- Harga pakan pabrik mahal ! jadilah ahli pembuat pakan alternativ
- Harga DOD menggiurkan jadilah penetas telur yang mempunyai komitment ,keahlian dan punya jiwa marketing yang kuat
- DDO mahal, Pakan mahal.....mahal kalau anda ingin mahal, didunia ini selalu ada alternative dan jalan keluar ,bentuklah bina tani sehingga segala kelemahan bisa ditanggung bersama dan memunculkan kekuatan baru , karena apabila kita membeli sesuatu secara partai banyak maka akan relativ lebih murah dibanding eceran
- Jadilah Trader yang cerdik bukan sekedar cari untung
Upgrade Pakan Bebek Dengan Fermentasi
oleh Faishal
Lagu lama dalam seluruh budidaya unggas adalah masalah pakan. Harga pakan konsentrat pabrik yang menjulang tinggi seringkali memperkecil margin keuntungan para peternak unggas bahkan menyiutkan nyali peternak pemula.
Permasalahan yang dihadapi pada usaha produksi daging bebek adalah biaya produksi yang cukup tinggi, kira-kira 50% lebih tinggi dibanding biaya produksi ayam potong. Penyebabnya adalah rasio konversi pakan yang tidak sebaik seperti pada ayam potong. Untuk mencapai bobot badan antara 1100-1200 g diperlukan waktu 10 minggu dengan konversi pakan 4,19-6,02.
Terkhusus ternak bebek memang masalah pakan relatif lebih moderat karena pakan bebek tidak mutlak bergantung dari konsentrat pabrik. Hanya pada minggu-minggu awal pemeliharaan diperlukannya, maksimal sampai umur 1 bulan (untuk bebek pedaging). Selanjutnya sumber karbohidrat dan protein tinggi bisa diperoleh dari bahan yang ada di sekitar yaitu dari limbah agroindustri.
Saya ada satu pengalaman saat menyarankan Bpk Ir. Hadi, peternak bebek di Bogor yang berdomisili di Jakarta Barat awal bulan puasa tahun 2010 yang lalu. Beliau saya tanya apakah pernah memfermentasi pakan bebeknya. Dijawab belum pernah. Apa bisa? Gunanya apa?
Lantas saya mengenalkan kepadanya Ragi Tape Jerami. Sedianya produk ini didesain untuk memfermentasi bahan pakan untuk ternak besar seperti sapi. Namun saya pelajari ternyata kandungan bakteri aktifnya sangat memungkinkan untuk dipakai memfermentasi pakan bebek yang memang biasanya diberikan dalam keadaan basah (lembab).
Saya beri resep 5 gr Ragi Tape Jerami per 10 kg pakan (Pak Hadi meracik pakan berupa bekatul, nasi aking, jagung sisa pipilan yang terbuang, gabah hampa, ampas kelapa). Dengan dibasahi sekedar lembab dengan ramuan ragi, pakan diperam 2 hari di wadah tertutup. Fermentasi dinyatakan selesai manakala muncul salah satu atau lebih dari tanda-tanda berikut ini:
1. Timbul bau wangi karamel (seperti bau gula yang digoreng tanpa minyak).2. Muncul kapang/jamur berkelompok berwarna putih atau kuning.
3. Saat wadah diraba, terasa temperatur hangat.
Setelah itu, buka tutup wadah untuk dikeringanginkan dan siap dihidangkan ke bebek peliharaan. Jangan ditutup lagi karena bisa menyebabkan proses fermentasi berlanjut. Jika fermentasi terlalu lama, pakan bisa menjadi terlalu lembek dan aromanya menjadi terlalu kuat.
Alhasil, pakan jadi wangi karamel yang membuat para bebek demikian lahap menyantapnya. “Kalaunya tidak saya batasi, bebek-bebek maunya makan terus”‘ ujar Pak Hadi senang. Sekarang tak ada lagi pakan basi karena tidak habis ini masih bisa dimakan besok. Hebatnya, bebek yang telah lepas konsentrat pabrik di akhir minggu 2 ini menunjukkan perkembangan yang amat signifikan. Di umur 1 bulan bobotnya mencapai 500 gr-700 gr. Suatu hal yg belum pernah dialami Pak Hadi selama berternak bebek. Biasanya di umur segitu paling standar bobot 400 gr-450 gr.
Alhamdulillah tingkat serangan snot (dengan gejala kepala bengkak dan pilek) hanya menyerang 10% dari populasi dari biasanya mencapai 50%. Beberapa ekor bebek yang terkena serangan ND (leher melintir) yang biasanya tak tersembuhkan, bisa sembuh dengan sendirinya.
Semua itu beliau ceritakan via telepon saat saya sedang bersilaturrahim di Banyuwangi.
Pakan bebek yang difermentasi dengan Ragi Tape Jerami akan terangkat nilai gizinya. Protein akan terpecah menjadi bentuk yang siap serap tanpa banyak yang terbuang. Nafsu makan bebek menjadi berlipat-lipat. Sistem imunitas bebek akan terbangun lebih baik
Ini semua bisa terjadi karena Ragi Tape Jerami mengandung:1. Bakteri Acetobacter yang mampu menghasilkan senyawa selulosa dengan derajat kemurnian yang tinggi.
2. Jamur Rhizopus yang memproduksi enzim phytase yang mencerna phytates, sehingga meningkatkan penyerapan mineral seperti zinc, besi, dan kalsium. Proses fermentasi juga mengurangi oligosakarida yang membuat pakan susah dicerna.
Tekstur yang dimiliki pakan lebih lunak karena enzim yang dihasilkan jamur rhizopus selama proses fermentasi meninbulkan perubahan pada protein, lemak, dan karbohidrat. Enzim yang dihasilkan jamur ini antara lain lipase, protease dan amilase yang dalam organ pencernaan unggas berfungsi mencernakan lemak, protein dan pati.
Jamur Rhizopus memproduksi zat antibiotika alami untuk melawan sejumlah organisme merugikan.
3. Aspergillus niger yang sejenis jamur yang bersifat fakultatif, dapat berkembang dalam kondisi aerob maupun anaerob. Oleh karena itu, penggunaan mikroba ini untuk fermentasi akan lebih praktis, karena proses fermentasi tidak mesti tertutup rapat. Jamur ini menghasilkan asam sitrat. Asam sitrat merupakan asam organik lemah yang merupakan senyawa untuk bahan pengawet yang baik dan alami.
Teknik fermentasi ini mendapat dukungan dari hasil penelitian yang dilakukan Litbang Deptan Jawa Barat (http://jabar.litbang.deptan.go.id/documens/prossiding/pross_panorama/18_ABSTRAK.pdf)1 botol Ragi Tape Jerami isi 500 gr cukup untuk memfermentasi 1000 kg bahan pakan (1 ton).
Pakan Bebek dari Limbah Agroindustri
Kali ini saya coba berbagi info mengenai pakan bebek dari limbah agroindustri. Permasalahan yang dihadapi pada usaha produksi daging bebek adalah biaya produksi yang cukup tinggi, kira-kira 50% lebih tinggi dibanding biaya produksi ayam potong. Penyebabnya adalah rasio konversi pakan yang tidak sebaik seperti pada ayam potong. Untuk mencapai bobot badan antara 1100-1200 g diperlukan waktu 10 minggu dengan konversi pakan 4,19-6,02. Pemanfaatan bahan pakan dari limbah agroindustri dapat mengurangi biaya pakan.
Di Indonesia bahan pakan bebek dari limbah agroindustri cukup melimpah namun masih jarang digunakan untuk pakan bebek. Limbah yang cukup besar potensinya sebagai bahan pakan diantaranya adalah onggok dan kulit ari biji kedelai (Kleci). Onggok adalah sisa pemerasan umbi ubi kayu untuk mendapatkan pati. Satu ton ubi kayu dapat menghasilkan 114 kg onggok. Kulit ari biji kedelai adalah limbah dari pengupasan biji kedelai. Potensi kulit ari kedelai atau kleci sangat besar karena pada proses pembuatan tempe selalu dihasilkan limbah kulit ari biji kedelai. Sedangkan tempe dikonsumsi sebagian besar masyarakat Indonesia.
Beberapa kendala dalam pemanfaatan limbah agroindustri sebagai ransum unggas adalah tingginya kandungan serat kasar serta adanya protein yang sulit dicerna. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai nutrisi pakan bebek dari limbah agroindustri adalah dengan melakukan fermentasi. Fermentasi ini bisa dilakukan secara sederhana dan mudah diadopsi oleh peternak. Pemanfaatan bahan pakan bebek dari limbah agroindustri dapat mengurangi biaya pakan. Untuk membuat pakan ternak tersebut, teman – teman dapat mencoba teknologi berikut ini. Sebagai contoh adalah pembuatan ransum sebanyak 10 kg bahan. Jika ingin membuat lebih banyak tinggal mengalikan sesuai kelipatan yang diinginkan. Bahan yang diperlukan adalah 1,5kg Kleci, 1,5 kg Onggok, 4kg Jagung dan 3 kg Menir Kedelai. Jadi perbandingannya 15% Kleci, 15% onggok, 40% jagung dan 30% menir kedelai. Aduklah bahan tersebut sampai merata kemudian lakukan proses fermentasi.
Ada dua cara fermentasi yaitu dengan Aspergillus niger atau dengan multi mikroba Untuk fermentasi dengan Aspergillus niger tempatkan 10 kg bahan ransum dalam ember besar dan tambahkan 8 liter air hangat. Aduk sampai rata dan biarkan beberapa menit. Setelah agak dingin tambahkan 100 gram ragi tempe (Aspergillus niger) dan 100 gram urea, aduk kembali hingga merata. Kemudian tutup ember dan biarkan selama 3 hari. Selanjutnya pakan bebek dari limbah agroindustri sudah siap untuk diberikan pada bebek.
Untuk fermentasi dengan Multi mikroba siapkan 8 liter air dalam ember, tambahkan 10 ml multi mikroba dan aduk merata. Tambahkan 10 kg bahan ransum sambil diaduk. Kemudian masukkan dalam karung dan tutup rapat lalu dibiarkan selama 3 hari. Bahan yang telah difermentasi dalam jumlah banyak dapat disimpan sebagai pakan. Sebelum disimpan agar dijemur terlebih dahulu sampai kering supaya tidak bau ataupun ditumbuhi jamur.
Penggunaan pakan bebek dari bahan limbah ini menunjukkan adanya kenaikan bobot yang lebih tinggi pada bebek yang dipelihara. Sedangkan banyaknya pakan yang diperlukan menjadi berkurang. Berarti biaya pakan juga menjadi lebih murah. Kalau mau lebih murah, disarankan pembuatan pakannya dengan cara fermentasi multi mikroba.
Demikian informasi mengenai pakan bebek dari limbah agroindustri, yang sumbernya saya dapatkan dari http://www.litbang.deptan.go.id. Mudah – mudahan bermanfaat bagi teman – teman yang menjalankan usaha budidaya bebek potong, sehingga mampu menekan biaya pakan. Salam dan sukses selalu…
Di Indonesia bahan pakan bebek dari limbah agroindustri cukup melimpah namun masih jarang digunakan untuk pakan bebek. Limbah yang cukup besar potensinya sebagai bahan pakan diantaranya adalah onggok dan kulit ari biji kedelai (Kleci). Onggok adalah sisa pemerasan umbi ubi kayu untuk mendapatkan pati. Satu ton ubi kayu dapat menghasilkan 114 kg onggok. Kulit ari biji kedelai adalah limbah dari pengupasan biji kedelai. Potensi kulit ari kedelai atau kleci sangat besar karena pada proses pembuatan tempe selalu dihasilkan limbah kulit ari biji kedelai. Sedangkan tempe dikonsumsi sebagian besar masyarakat Indonesia.
Beberapa kendala dalam pemanfaatan limbah agroindustri sebagai ransum unggas adalah tingginya kandungan serat kasar serta adanya protein yang sulit dicerna. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai nutrisi pakan bebek dari limbah agroindustri adalah dengan melakukan fermentasi. Fermentasi ini bisa dilakukan secara sederhana dan mudah diadopsi oleh peternak. Pemanfaatan bahan pakan bebek dari limbah agroindustri dapat mengurangi biaya pakan. Untuk membuat pakan ternak tersebut, teman – teman dapat mencoba teknologi berikut ini. Sebagai contoh adalah pembuatan ransum sebanyak 10 kg bahan. Jika ingin membuat lebih banyak tinggal mengalikan sesuai kelipatan yang diinginkan. Bahan yang diperlukan adalah 1,5kg Kleci, 1,5 kg Onggok, 4kg Jagung dan 3 kg Menir Kedelai. Jadi perbandingannya 15% Kleci, 15% onggok, 40% jagung dan 30% menir kedelai. Aduklah bahan tersebut sampai merata kemudian lakukan proses fermentasi.
Ada dua cara fermentasi yaitu dengan Aspergillus niger atau dengan multi mikroba Untuk fermentasi dengan Aspergillus niger tempatkan 10 kg bahan ransum dalam ember besar dan tambahkan 8 liter air hangat. Aduk sampai rata dan biarkan beberapa menit. Setelah agak dingin tambahkan 100 gram ragi tempe (Aspergillus niger) dan 100 gram urea, aduk kembali hingga merata. Kemudian tutup ember dan biarkan selama 3 hari. Selanjutnya pakan bebek dari limbah agroindustri sudah siap untuk diberikan pada bebek.
Untuk fermentasi dengan Multi mikroba siapkan 8 liter air dalam ember, tambahkan 10 ml multi mikroba dan aduk merata. Tambahkan 10 kg bahan ransum sambil diaduk. Kemudian masukkan dalam karung dan tutup rapat lalu dibiarkan selama 3 hari. Bahan yang telah difermentasi dalam jumlah banyak dapat disimpan sebagai pakan. Sebelum disimpan agar dijemur terlebih dahulu sampai kering supaya tidak bau ataupun ditumbuhi jamur.
Penggunaan pakan bebek dari bahan limbah ini menunjukkan adanya kenaikan bobot yang lebih tinggi pada bebek yang dipelihara. Sedangkan banyaknya pakan yang diperlukan menjadi berkurang. Berarti biaya pakan juga menjadi lebih murah. Kalau mau lebih murah, disarankan pembuatan pakannya dengan cara fermentasi multi mikroba.
Demikian informasi mengenai pakan bebek dari limbah agroindustri, yang sumbernya saya dapatkan dari http://www.litbang.deptan.go.id. Mudah – mudahan bermanfaat bagi teman – teman yang menjalankan usaha budidaya bebek potong, sehingga mampu menekan biaya pakan. Salam dan sukses selalu…
Subscribe to:
Posts (Atom)