Sunday, 7 August 2011

Untung Berlimpah Dari Ternak Bebek Peking


 

Bebek Peking
Bebek  atau Itik peking adalah bebek pedaging yang pertumbuhannya sangat cepat. Sehingga bisnis Ternak bebek peking ini sangat prospektif dan menjanjikan. Kebutuhan akan daging bebek peking dari pengusaha kuliner sangatlah besar. Bisnis bebek peking memang sangat menarik. Ciri khas bebek peking adalah warna bulunya putih mirip enthok atau menthok.
Pertimbangan prospektif bisnis usaha bebek peking ini adalah sebagai berikut :
1.    Pertumbuhan bebek peking sangat cepat , lebih cepat daripada pertumbuhan ayam. Jika bebek peking sudah berumur satu bulan, bobotnya sudah mencapai 1,5 kg dan beratnya berlipat dua kali lipat jika umur nya sudah dua bulan. Sebagai perbandingan , berat ayam potong dengan umur yang sama bobotnmya ahn ya sekitar 1kg sampai 2 kg saja.
2.    Bebek khususnya bebek peking lebih tahan dari serangan penyakit di bandingkan unggas yang lain.
3.    Perlengkapan yang di butuhkan untuk ternak bebek peking sangatlah sederhana baik dari kandangnya maupun peralatan yang lain. Bahkan bebek peking dapat hidup di alam terbuka dengan penutup se adanya.
 

Usaha Bebek Peking
4.    Makanan bebek peking dapat di carikan di sekitar rumah, misalnya di areal persawahan. Contohnya adalah cacing,ikan-ikan kecil dari sungai, dan jenis tumbuhan yang lain seperti jenis kangkung-kangkungan dan lain-lain.
5.    Bebek atau itik sangat suka bergerombol sehingga sangat mudah untuk digembalakan.
6.    Bebek peking dan unggas air yang lain tidak mempunyai sifat kanibal atau tidak suka berkelahi.Berbeda dengan ayam.
7.    Selain daging dan telur, bulu bebek juga bisa menjadi penghasilan tambahan.
8.    Telur bebek lebih berharga dengan hintungan perbutir sedangkan telur ayam di hitung satua kilo gram.
9.    Bebek harganya lebih stabil terutama telur dan daginya dibandingkan dengan ayam.
 

Ternak Bebek Peking
Itulah bebrapa factor petimbangan mengapa memilih bebek peking sebagai pilihan alternative untuk usaha peternakan. Bebek peking lebih cocok di ternak di daerah pedesaan yang mempunyai pekarangan rumah yang memadai.
Semoga bermanfaat.
 
 

Bebek jantan untuk pedaging


Oleh : Rikma, Peternak bebek, Blitar

Sekarang ini daging bebek / itik sudah mulai digemari oleh masyarakat kita, bisa dilihat di kota-kota besar banyak menjamurnya warung – warung ,restoran , cafe dan kedai-kedai makanan lainnya yang menyediakan menu dari daging bebek / itik.

Kebutuhan daging bebek / itik di pasaran sekarang ini pada umumnya berasal dari bebek/itik afkir petelur yang telah berumur lebih dari 2 tahun dengan kwalitas daging yang kurang bagus, dan ada juga peternak yang memelihara secara tradisional yang hasilnya kurang menguntungkan karena para peternak tradisional ( di angon ) untuk mencapai berat jual sekitar 1.1kg – 1.4kg memerlukan waktu 85 – 100 hari dan mempunyai resiko kematian yang cukup tinggi.

Jika melihat peluang pasar yang cukup menggairahkan, usaha ternak bebek pedaging ( bebek potong jantan ) secara intensif sekarang ini bisa dikatakan sebagai usaha yang layak. Sebagai gambaran dari 1000 telur yang ditetaskan akan menghasilkan 50% betina dan 50% jantan, berarti menghasilkan 500ekor anak bebek jantan ( DOD ) yang biasanya harganya lebih murah dari betina dan belum banyak dimanfaatkan para peternak untuk penghasil daging yang baik. Dengan pemeliharaa secara intensif untuk mencapai berat jual di butuhkan waktu 45 – 50 hari tergantung dari ransum pakan yang diberikan.


Berikut sebagai gambaran perkembangan pemeliharaan bebek jantan potong secara intensif :
Berat badan Konsumsi pakan
Umur /mgg Per ekor / kg per 100ekor / kg
1 mgg 0.09 4.4 kg /hari
2 mgg 0.2 5.7 kg /hari
3 mgg 0.45 7.7 kg /hari
4 mgg 0.7 8.7 kg /hari
5 mgg 0.9 11.3 kg /hari
6 mgg 1.1 12.9 kg /hari
7 mgg 1.3 13.2 kg /hari
8 mgg 1.4 14.5 kg /hari
Catatan : * umur 0 – 21 hari kandungan pakan protein 21% , kal 3000kkal
* umur 22 hari sampai jual protein 17% - 18 % , Kal 2800 – 3000kkal


Perkandangan
  • kepadatan kandang
umur ekor / m2
1 - 7 hari 25
8 - 14 hari 23
15 – 28 hari 19
29 – 35 hari 16
36 – 42 hari 11
43 – 49 hari 8
49 – 56 hari 6
  • Umur 0 – 21 hari ditempatkan di kandang slat ( alas kawat / bambu ) di beri penghangat ( brooder ) suhu ideal 29 – 31 celcius ,
  • Umur 22 hari keatas ditempatkan di kandang ren ( disediakan tempat berteduh dan umbaran )
  • Kandang ren disediakan kolam kecil untuk bermain ( kwalitas air harus di jaga ) kadalaman 10 cm, lebih baik air yang terus mengalir .



Air
  • Air minum diberikan adlibitum ( tidak dibatasi / tersedia sepanjang waktu )

Vaksin
  • Cukup 1 kali pada umur 7 hari diberi vaksin ND.
  • Walaupun bebek / itik cenderung memiliki ketahanan yang baik terhadap penyakit, tetapi perlu vaksin untuk pencegahan.





----- semoga bermanfaat ------

PERJALANAN POLA PEMASARAN SEGMENTASI ITIK/BEBEK

Berdasarkan pengalaman (yang masih terbatas) selama beternak itik / bebek, di dalam artikel ini saya coba membahas tentang prospek pasar produk itik.

Pemasaran atau tata niaga merupakan kegiatan menyampaikan produk bebek/itik dan segmentasinya ( telur, bibit, daging, dan pakan ) dimulai dari peternak hingga konsumen akhir.

Dari seluruh segmentasi produk itik tidak dapat berdiri sendiri, melainkan saling ketergantungan antara satu dengan lainnya yang memang cukup menyerap kegiatan ekonomi masyarakat. Berdasarkan saling ketergantungan tersebut maka secara umum pelaku bisnis tersebut dapat di gambarkan dibawah ini :

Faktor yang harus diketahui yaitu informasi mengenai situasi pasar dan siklus / musiman pemeliharaan para peternak itik/bebek , kedua faktor tersebutlah yang harus di cermati dan di amati, kita harus benar benar jeli jika terjun dalam dunia itik/bebek ini. Sebab faktor tersebut merupakan informasi penting yang menentukan tentang tingkat kebutuhan konsumen (permintaan tinggi), produk dengan nilai jual tinggi dan potensi pasar yang luas baik untuk pasar lokal maupun keadaan pasar secara nasional / keseluruhan.

Berikut ini adalah sedikit pemaparan situasi bulan – bulan tertentu di wilayah tempat saya berada dalam satu tahun tentang situasi pasar dan siklus musiman para peternak bebek/itik.

Bulan Januari s/d februari

- harga pakan tinggi

- harga telur tinggi

- harga DOD mulai naik

- harga bibit siap telur ( bayah ) tinggi

- harga bebek potong turun

- pangonan bebek ( petani angon ) mulai ramai

Bulan maret s/d April

- harga pakan mulai turun

- harga bibit siap telur masih tinggi

- harga telur mulai turun mengikuti harga pakan

- harga bebek potong mulai naik

- pangonan bebek ramai

Bulan mei s/d juni

- harga pakan turun drastis

- harga telur turun stabil

- harga bibit siap telur ( bayah ) turun / murah

- harga DOD jantan naik

- harga bebek potong naik

- angonan mulai berkurang

Bulan Juli s/d September

- Harga pakan mulai naik / mahal

- Harga telur naik

- Harga bibit siap telur ( bayah ) murah

- Harga bebek potong tinggi

- Pangonan tidak ada

Bulan Desember s/d January

- Harga pakan naik

- Harga telur naik

- Bibit siap telur ( bayah ) naik

- Harga DOD turun

Mudah mudahan tulisan saya ini dapat sedikit menjembatani informasi untuk dapat membuka wawasan tentang sekitar dunia bisnis peritikan / perbebekan di Indonesia.

---------Semoga Bermanfaat---------

MENETASKAN TELOR BEBEK

Oleh : Rikma, Peternak bebek, Blitar


Dalam menetaskan telur, ada dua cara yaitu penetasan secara alami dan penetasan secara buatan. Penetasan secara alami yaitu dengan menggunakan induknya / jenis unggas lain dan penetasan secara buatan yaitu dengan menggunakan alat penetasan atau mesin tetas dan sering pula di sebut sebagai incubator. Untuk menetaskan telur unggas pada umumnya cara cara dengan mesin tetas hampir sama, hanya waktu yang diperlukan untuk menetaskan telur itik / bebek lebih lama ( 28 hari )

Banyak sekali faktor penunjang yang saling berhubungan untuk dapat menetaskan telur itik untuk memperoleh daya tetas yang baik. Diantaranya

Mesin Tetas ( incubator ) Sekarang ini jenis mesin tetas yang bisa digunakan oleh para penetas telur (breeder) tergolong menjadi dua tipe/ jenis, yang pertama dengan mesin tetas sederhana dan yang kedua dengan mesin tetas modern. Pada dasarnya daya tetas menetaskan telur dengan mesin sederhana ataupun dengan mesin modern dapat memperoleh daya tetas yang sama.

Kunci sukses menetaskan justru berada pada si pengendali mesin ( operator ), bukan pada jenis mesin yang digunakan untuk menetaskan.

Mesin tetas sederhana pada umumnya mempunyai ciri - ciri :

- Sumber panas mengunakan lampu listrik , lampu minyak , dll

- Pengatur suhu menggunakan thermostat sederhana

- Pengatur kelembapan udara dengan menempatkan bak atau baki yang berisi air di bawah rak telur dan sesekali penyemprotan air kepada telur

- Pembalikan telur menggunakan tangan

- Incubator / tempat menaruh telur terbuat dari kayu dan triplek tipis.

- Pengaturan ventilasi udara di dalamnya sangat tergantung kepada keadaan lingkungan sekitar. Udara keluar masuk hanya melalui lubang ventilasi yang dibuat sedemikian rupa tanpa alat / kipas yang membantu kelancaran pertukaran udara


- Setter dan Hatcher menjadi satu, artinya selama pengeraman telur sampai menetas ditempatkan pada tempat yang sama.


Mesin tetas modern pada umumnya mempunyai ciri – ciri :

- Sumber panas dari listrik dengan menggunakan elemen terbuat dari besi dan ada juga yang menggunakan elemen kawat nikelin

- Pengatur suhu menggunakan thermostat digital untuk menentukan suhu yang diinginkan.


- Kelembapan menggunakan air yang diuapkan pada kisaran suhu tertentu untuk memperoleh kelembapan yang diinginkan dan di baca oleh hygrometer (pengukur kelembapan).


- Pembalikan rak telur didalam incubator dapat diatur secara otomatis menggunakan motor penggerak putaran rendah dengan posisi rak telur 45 derajat miring kekiri ataupun ke kanan yang waktu pembalikannya di atur oleh timer (pengatur waktu )


- Bahan terbuat dari kayu tebal atau besi tebal, sehingga tidak terpengaruh oleh kondisi lingkungan sekitar.


- Pengaturan ventilasi udara di dalamnya digerakan oleh kipas sehingga suhu udara dapat menyebar dengan baik dan udara kotor dalam mesin tetas dapat segera berganti dengan cepat.


- Setter dan Hacther dipisahkan, artinya tempat pengeraman telur itik dari umur 1 hari sampai dengan 25 hari berbeda tempatnya dengan tempat persiapan untuk menetas.

Telur tetas : Untuk memperoleh telur tetas yang baik, hal yang perlu diperhatikan :


- Kondisi induk itik / bebek ( sehat ) , umur induk ( di atas umur 8 bln ) dan umur jantan tidak kurang dari 1 tahun dan tidak lebih 2.5 tahun, status gizi induk (pakan yang berkualitas ), perbandingan jantan dan betina. ( 1 : 10 ).


- Kodisi telur berdasarkan bentuk telur ( keadaan normal ), berat telur, kualitas kulit telur ( sedang, artinya tidak tebal ataupun tidak tipis ), warna kulit telur ( cerah ), dan kebersihan telur.


- Umur telur yang paling baik untuk ditetaskan tidak lebih dari 5 hari Operasional Penetasan


- Fumigasi mesin tetas ( untuk mencegah timbulnya penyakit menular ) hal pertama yang harus dilakukan sebelum memulai penetasan ,mesin tetas di sucihamakan terlebih dahulu dengan menggunakan disinnfectan yang banyak di jual di pasaran sesuai anjuran yang disarankan

- Mengatur temperatur / suhu mesin tetas 38oC (salah satu faktor yang sangat penting )


Untuk mesin tetas yang sirkulasi udaranya digerakkan dengan kipas sebaiknya


*. umur telur 1 – 24 hari 38oC ( 99oF – 101oF )


* umur telur 25 – 28 hari sebaiknya di turunkan 1 s/d 2oF

- Mengatur kelembapan , yang baik dalam mesin tetas dari hari ke 1 sampai hari ke 25 yaitu antara 55% – 65% setelah hari ke 25 kelembapan sebaiknya dinaikan menjadi 75%. Pada mesin tetas sederhana untuk mengatur kelembapan dengan cara menaruh bak / baki yang diisi air di bawah rak telur dan untuk menambah kelembapan dengan menyemrot telur dengan air secukupnya setelah itu diangin anginkan, dilakukan setiap beberapa kali ( 2 – 3 kali ) dalam satu hari pada saat pembalikan telur.


Cara yang paling baik untuk mengetahui kebutuhan kelembapan telur sudah atau belum terpenuhi, dengan memperhatikan perkembangan rongga udara pada telur, contoh seperti gambar di bawah ini

- Candling ( memeriksa perkembangan telur dengan cara meneropong telur menggunakan cahaya lampu.


Pemeriksaan pertama : pada hari ke 4


Pemeriksaan kedua : pada hari ke 10


Pemeriksaan ketiga : pada hari ke 20


Telur yang kosong atau mati harus segera di singkirkan.


- Posisi telur dan pembalikan


· Pada Mesin modern pada hari ke 1 s/d hari ke 25 ( setter ) dilakukan pembalikan rak telur setiap 4 jam atau 6 kali dalam satu hari dengan posisi pada telur bagian tumpul ( yang berisi rongga udara ) diletakan sebelah atas dengan kemiringan posisi 45 derajat ke kiri atau ke kanan . Setelah hari ke 25 telur tidak dibalik dan dipindahkan ke rak penetasan (hatcher)


· Pada Mesin tetas sederhana biasanya sebagian penetas ada yang menempatkan telur dengan posisi tergeletak ( tiduran ) dan ada juga penetas yang menempatkan telur dalam mesin dengan posisi berdiri miring 45 derajat dengan bagian tumpul diatas.telur dan ditempatkan pada rak yang sama dari proses awal sampai akhir penetasan.


· Pembalikan telur pada mesin tetas sederhana :


- Pada hari ke 2 s/d hari ke 25 pembalikan telur dilakukan 3 kali sehari., telur juga perlu di angin anginkan selama 5 – 10 menit, waktu pelaksaan pembalikan telur ini dapat bersamaan dengan pembasahan ( telur disemprot air secukupnya ) biarkan pintu mesin tetas terbuka sebentar untuk mengangin - anginkan telur.


- Setelah hari ke 25 atau pada tiga hari terakhir menjelang penetasan sebaiknya telur tidak perlu di balik / di putar. kelembapan perlu dinaikan sedikit untuk membantu proses retaknya cangkang (pipping ).

-------- semoga bermanfaat ---------

Thursday, 14 July 2011

JUALKARKAS

KAMI SIAP MEMBANTU KEBUTUHAN SUPPLY KARKAS BEBEK HYBRIDA UNTUK RUMAH MAKAN ANDA

KARKAS SUPER DENGAN DAGING YANG TEBAL,BERSIH DAN HALAL

BERAT KARKAS BEBEK hybrida


Berat 0,9UP. Rp.31.000 ( kepala ikut timbang)

Berat 1KGUP . Rp.34.500 (kepala ikut ditimbang)

Berat 1,2UP Rp 35.500 (kepala ditimbang)



KEBERSIHAN SUPER....

SEMUA HARGA FRANCO SALATIGA
KALAU SERIUS SILAHKAN DATANG DULU LIAT BARANG


COMMITMENT DASAR USAHA KAMI
Hubungi :
CV.Pass-3
Telp:083 83 888 1101 , 082134650027(kalo no sibuk/tdk diangkat silahkan
tinggalkan SMS anda)

Saturday, 11 June 2011

ALASAN MEMILIH BISNIS BETERNAK BEBEK PEKING

Banyak faktor yang mendorong seseorang untuk memulai usaha, kadang faktor itu sudah diketahui dengan pasti dan kadang pula belum diketahui secara pasti. Untuk itu, faktor-faktor yang dianggap menguntungkan dalam usaha beternak itik dapat dilihat sebagai bahan pertimbangan bagi calon peternak itik. Tidak ketinggalan pula faktor penghambat dalam usaha pengembangannya perlu kiranya untuk mendapat perhatian agar kita dapat bersiap-siap dalam mengantisipasi dan mengatasinya.

Sebagai bahan pembanding untuk faktor yang dianggap menguntungkan dalam beternak itik adalah usaha peternakan ayam karena masih sama-sama jenis unggas :

1. Dari segi laju pertumbuhannya, ternak itik dapat tumbuh lebih cepat dari ternak ayam, apalagi itik yang tergolong tipe pedaging seperti itik peking. Pada umur satu bulan berat itik peking sudah mencapai 1,5 kg dan pada umur 2 bulan beratnya sudah bisa mencapai 3 kg, sedangkan untuk ayam potong (broiler) pada umur yang sama hanya bisa mencapai berat sekitar 1 kg dan 2 kg.

2. Ternak itik diyakini jauh lebih tahan terhadap penyakit jika dibandingkan dengan ternak ayam. Sekalipun penyakit-penyakit yang menyerang ternak ayam pada umumnya juga menyerang itik, namun akibat yang diderita oleh itik tidak terlalu parah. Hal ini terkecuali hanya pada kepekaannya terhadap aflatoxin di mana itik amat peka terhadap aflatoxin yaitu jamur pada biji-bijian.

3. Dalam bentuk usaha peternakan rakyat, peternakan itik dapat diusahakan dengan memanfaatkan peralatan yang amat sangat sederhana, misalnya perkandangannya serta alat-alat yang digunakan dalam kandang. Bahkan itik dapat bertahan hidup di alam terbuka dengan model kandang seperti kemahnya anak pramuka.

4. Dalam usaha peternakan itik yang diusahakan secara ekstensif kita dapat memanfaatkan alam sekitar di mana banyak terdapat sumber-sumber karbohidrat dan protein yang terbuang sia-sia seperti sisa-sisa panen padi di sawah, cacing, ikan-ikan kecil di sungai-sungai, dan lain sebagainya. Di samping itu, karena itik memiliki insting berkelompok (flocking instinct) yang amat kuat, maka ini sangat membantu dalam hal pengendalian terutama untuk model pemeliharaan yang bersifat ekstensif (digembalakan).

5. Kulit telur itik pada umumnya lebih tebal dibandingkan dengan kulit telur ayam. Ini mempunyai arti penting dalam hal mengurangi resiko pecah atau retak terutama dalam penanganan (product handling) dan transportasi. Terlebih untuk usaha penetasan telur dan pembuatan telur asin.

6. Pada umumnya unggas air seperti ternak itik dan yang lainnya jarang bahkan bisa dikatakan tidak memiliki sifat kanibal dan agonistik (berkelahi)

7. Sisi lain pemanfaatan limbah terutama bulu, selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan kasur, bantal, atau pakaian, maka untuk bulu itik jenis tertentu seperti entok dan yang lainnya dapat dipergunakan sebagai bahan suttle kock. Ini berarti ada nilai lebih dari limbah yang berasal dari ternak itik.

8. Jika dibandingkan dengan telur ayam ras maka telur itik terkesan lebih dihargai karena telur itik dijual dengan satuan butir/biji sedangkan untuk telur ayam ras dijual dengan satuan kilogram (kg).

9. Secara umum harga produk ternak itik baik untuk komoditi telur atau daging terasa lebih stabil jika dibandingkan dengan produk ternak ayam.




—————-

Akan tetapi tidak selamanya beternak itik tidak mengalami kendala dalam usaha pengembangannya. Berikut permasalahan yang biasanya ada dan dianggap sebagai faktor penghambat untuk usaha pengembangan ternak itik :

1. Di beberapa wilayah Indonesia, untuk mendapatkan bibit itik yang kualitasnya baik untuk diternakkan masih merupakan persoalan yang sulit. Hal ini terjadi baik untuk bibit itik petelur atau itik pedaging. Sedangkan pada usaha ternak ayam untuk mendapatkan bibit praktis lebih mudah karena sudah banyak breeder besar yang khusus menangani hal itu.

2. Dalam kondisi tempat serta lokasi yang serba terbatas, mengusahakan ternak ayam nampaknya masih lebih mungkin jika dibandingkan dengan ternak itik. Hal ini menyangkut sifat-sifatnya sebagai unggas air yang mengakibatkan tempat atau lingkungannya menjadi agak lembab atau bahkan basah dan becek. Keadaan semacam ini tidak disukai apabila terlalu dekat dengan pemukiman manusia karena polusi yang ditimbulkan akan lebih tinggi.

3. Ternak itik memerlukan pakan dalam jumlah yang sedikit lebih banyak jika dibandingkan dengan ayam, kira-kira mencapai 1,5 sampai 1,75 kalinya. Hal ini besar pengaruhnya dipandang dari segi biaya produksi untuk ransum.

Beternak itik sama halnya dengan beternak unggas lainnya seperti ayam atau lainnya. Dalam beternak unggas diperlukan lahan yang cukup luas dan terpisah dengan permukiman penduduk karena limbah yang ditimbulkan cukup mengganggu. Sehingga apabila hanya tersedia lahan sempit untuk beternak maka cara berikut dapat ditempuh :
mengantisipasi limbah yang ditimbulkan dengan penyemprotan dengan EM4 atau penambahan kunyit pada pakan , menggembalakan ternak ke areal persawahan atau sungai-sungai di waktu pagi sampai sore, sehingga kandang hanya berfungsi sebagai tempat tidur.

BUDIDAYA BEBEK/ITIK PEKING



          

Maksud dan Tujuan

Maksud:

1.    Untuk mencari alternatif terobosan dalam rangka mempercepat produksi daging yang berasal dari unggas air (itik).

2.    Merubah pola usaha unggas air (itik) dari yang nomaden ke arah yang intensif.

3.    Menjadikan usaha unggas air (itik) menjadi usaha pokok masyarakat.

4.    Menciptakan peternak yang mandiri dan berkualitas (peternak tangguh).

5.    Menyediakan permintaan pasar terutama permintaan daging itik yang bekualitas

Tujuan:
1.    Meningkatkan produksi daging itik yang berkualitas.

2.    Meningkatkan pendapatan dari para peternak itik.

3.    Menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat pedesaan.

4.    Mengurangi tingkat pengangguran.

5.    Memperkenalkan usaha peternakan itik jenis pedaging yang bisa menghasilkan daging kualitas prima dalam waktu relatif singkat

6.    Disamping penyediaan daging, juga bisa menghasilkan bulu itik (feathers duck) sebagai bahan kerajinan seperti shutle cok, jok kursi, kamoceng dll.

Permasalahan

1.    Permintaan daging itik peking di pasaran cukup tinggi, tetapi sumber pasokan daging pada saat ini masih mengandalkan kepada daging import.

2.    Budidaya itik peking pada saat ini masih dikuasai oleh pengusaha besar, sedangkan peternak di pedesaan masih relatif sedikit.

3.    Penyediaan bakalan (Day Old Duck/DOD) peking masih bersifat tertutup, belum secara mudah didapatkan oleh masyarakat luas.

Pola Pengembangan Budidaya Itik Peking (Peking Duck)

Sistem Pemeliharaan

    Untuk menentukan suatu bentuk usaha, maka yang pertama kali diperhatikan yaitu tujuan usaha, apakah tujuannya untuk menghasilkan daging konsumsi atau mau menghasilkan bibit supaya untuk langkah selanjutnya bisa ditentukan system pemeliharaan yang akan diambil.

Dalam usaha perunggasan terutama unggas air (itik) dikenal dengan system pemeliharaan yaitu:

1.    System pemeliharaan extensif

2.    System pemeliharaan semi intensif

3.    System pemeliharaan intensif

  • System pemeliharaan extensive.  Ternak-ternak dipelihara dengan cara diabur/digembalakan tanpa memperhatikan kandang maupun makanan, karena ternak-ternak tersebut dilepas di tempat-tempat yang mempunyai sumber pakan alami, misalnya di daerah-daerah persawahan yang baru panen. Pemeliharaan ini dilaksanakan oleh para peternak yang bersifat tradisional dan nomaden, kondisi ini banyak ditemukan di daerah Jawa Barat bagian utara, karena daerah pantura ini merupakan daerah persawahan yang cukup luas sehingga menjadi potensi bagi pengembangan itik dengan system extensif.

  • Pemeliharaan dengan system semi-intesif.  Ternak-ternak yang di pelihara sudah diperhatikan kandangnya dan diberi makan, tetapi sewaktu-waktu dilepas untuk mencari makan sendiri (misalnya sewaktu ada peluang pada saat panen padi ataupun pada tempat-tempat yang mempunyai potensi sumber pakan yang alami)

  • Pemeliharaan intensif.  Ternak-ternak selalu di tempatkan di kandang dan diberi makan secara terus menerus serta sudah memperhatikan aspek-aspek teknis pemeliharaan ternak secara ilmiah dan sudah menggunakan teknologi-teknologi yang dianjurkan.

   Untuk pemeliharaan itik peking (peking duck), lebih tepat apabila dilaksanakan dengan system intensif.  Hal ini disebabkan itik peking (peking duck) merupakan itik ras pedaging yang mempunyai kemampuan kecepatan pertumbuhan dalam waktu yang relatif singkat, di mana dalam kurun waktu pemeliharaan kurang dari 2 (dua) bulan berat badannya sudah bisa mencapai di atas 3 kg dengan kondisi makanan yang baik dan itik sudah siap dijual sebagai itik pedaging, dengan kualitas daging yang prima.

   Dalam usaha budi daya itik peking (peking duck) ini dikenal beberapa tahapan pemeliharaan, terutama untuk usaha budidaya pembibitan sedangkan untuk budi daya penggemukan (penghasil daging) hanya dikenal 1 (satu) tahapan pemeliharaan.

Tahapan Pemeliharaan Pembibitan :

A. Pemeliharaan anak (masa starter)

  •   Umur 1 hari  sampai umur 60 hari

  •  Dipelihara dalam kandang khusus yaitu untuk kandang anak dengan memakai pemanas/induk buatan (brooder)

  •  Pakan diberikan dengan kandungan Protein Kasar 21 - 23%

  •  Setelah umur di atas 60 hari dipindahkan ke kandang masa pertumbuhan (grower).

  •   Untuk pemeliharaan bisa dalam bentuk postal ataupun menggunakan kandang box.  Untuk kandang box biasanya dilakukan pada umur 1 - 14 hari sedangkan dari umur 15 - 60 hari dilaksanakan pada kandang postal karena badan itik sudah mulai besar.

  •  Kapasitas kandang pada periode ini yaitu 10 - 15 ekor/m2.


B. Pemeliharaan masa pertumbuhan (periode grower)

  • Perlu diperhatikan ternak yang dipelihara, karena pada masa ini yang banyak dipelihara adalah itik peking (peking duck) betina sebagai calon bibit pengganti /replacement stock atau persediaan bibit dan juga itik peking jantan yang berfungsi sebagai pejantan pengganti.

  • Untuk mempersiapkan peremajaan bibit, maka perlu dipersiapkan bibit pengganti yang mempunyai kelebihan atau keunggulan tertentu sebagai bibit pengganti, baik jantan maupun betina dengan sex ratio 1 : 4 ( 1 jantan 4 betina).

  •  Dipelihara umur 61 hari sampai dengan 150 hari

  • Sedangkan densitas (kepadatan) kandang sekitar 6 - 8 ekor/m2.

C. Pemeliharaan peking duck layer/periode bertelur

  • Umur 5 bulan atau lebih, baik jantan maupun betina

  •  Produksi telur mulai umur 5,5 bulan atau 6 bulan (secara umum mulai bertelur normal pada umur 6 bulan.

  •  Tempatkan pada kandang khusus, yaitu kandang itik dewasa

  • Dilengkapi dengan tempat bertelur serta kandang umbaran atau lapangan tempat bermain yang dilengkapi dengan kolam/saluran air yang berfungsi untuk mandi itik dan mendinginkan tubuh pada saat siang hari dengan sex ratio sekitar 1 : 4 ( 1 jantan banding 4 betina).

  •  Ternak-ternak ini berfungsi sebagai bibit penghasil telur yang siap untuk ditetaskan sebagai sumber DOD yang dipasarkan untuk bakalan pemeliharaan itik peking.

  •   Kapasitas dikandang dewasa sekitar 3 - 5 ekor/m2.

Tahap Pemeliharaan Penggemukan
  • Pelihara itik peking dengan tujuan penggemukan hanya dilaksanakan dalam 1 (satu) masa pemeliharaan yaitu dari itik berumur 1 (satu) hari sampai itik peking tersebut siap dijual. Dengan makanan dan pemeliharaan yang baik, berat badan itik peking yaitu mencapai sekitar 3,3 kg selama pemeliharaan kurang lebih 55- 60 hari yaitu mulai umur 1 hari sampai umur 55 hari.

  • Umumnya itik-itik yang dipelihara untuk tujuan ini adalah itik peking yang jantan, tetapi yang betinanya pun mempunyai kemampuan yang sama dengan yang jantan hanya berbeda sedikit saja dalam hal berat.

  • Itik peking lebih unggul dibanding ayam pedaging: 53 - 55 hari bisa menghasilkan daging berat hidup sekitar 3,3 kg, sedangkan untuk ayam ras pedaging 32-35 hari menghasilkan sekitar 1,2 - 1,5 kg


Sistem Perkandangan

1. Tipe kandang battery
  •   Ternak dikandangkan satu persatu dalam satu kotak.

  •    Ukuran kandang panjang x lebar x tinggi (45 x 45 x 35 cm).

  •   Biaya kandang relatif lebih tinggi apabila dibandingkan dengan tipe kandang yang lain.

  • Sistem perkawinannya harus menggunakan kawin buatan (insiminasi buatan) yang dilakukan oleh tenaga manusia yang ahli (inseminator).

  • Kondisi ternak dan produksi telur dari itik peking bisa terkontrol secara satu persatu.

2. Tipe kandang postal
  • Bebek peking ditempatkan dalam satu ruangan besar dengan jumlah ternak tertentu, di mana pemberian makan dan minuman ditempatkan di dalam ruangan kandang, sehingga ternak itik yang dipelihara selalu berada di dalam ruangan

  • Biasanya digunakan untuk itik starter dan grower/masa pertumbuhan tetapi adakalanya digunakan untuk itik periode layer.

  • Densitas kandang tergantung dari jenis itik yang dipelihara.  Untuk periode starter kapasitas kandang yang digunakan yaitu sekitar 10 - 15 ekor/m2, sedangkan untuk preiode grower yaitu sekitar 6 - 8 ekor/m2, seandainya digunakan untuk periode layer kapasitas kandang sekitar 3 - 5 ekor/m2.

3. Tipe kandang ranch
  • Merupakan pengembangan dari tipe kandang postal

  • Selain ada ruangan tempat ternak, di bagian luar/di halaman depannya disediakan halaman tempat bermain (kandang umbaran) yang dilengkapi dengan saluran air atau kolam, yang berfungsi untuk mandi/membersihkan kotoran yang menempel di badannya serta berfungsi pula untuk mendinginkan tubuh di waktu siang hari

  • Tipe kandang ini lebih cocok untuk pemeliharaan ternak unggas air dengan cara pemeliharaan yang intensif.