Sunday, 30 January 2011

Raja Itik Pedaging Baru


Berkembangnya resto bebek dalam tahun-tahun terakhir membuka peluang pasar bagi itik pedaging. Mampukah itik Raja menjawabnya?

Selama ini kebutuhan akan daging bebek (itik) untuk warung dan resto penyedia menu bebek dipenuhi dari pemotongan itik petelur muda atau yang sudah afkir. Tentu saja kualitas dagingnya tidak sebaik daging bebek yang memang dikembangkan sebagai pedaging. Jadi, dalam memasaknya perlu kiat tersendiri agar daging tersebut empuk dan tidak liat.

Pasokan itik pedaging bukannya tidak ada tetapi jumlahnya masih amat terbatas dibandingkan angka kebutuhan. Itik peking yang umumnya impor dari Taiwan dan Malaysia memasok restoran dan hotel papan atas. Sementara tiktok, silangan itik dan entog, dari dalam negeri baru berkembang beberapa tahun. Produksinya pun masih seret.

Dalam upaya mengembangkan itik khusus pedaging, Balai Penelitian Ternak (BPT) Ciawi melakukan penyilangan dua jenis itik lokal, yaitu itik Mojosari jantan dan Alabio betina. Hasilnya, itik hibrida tipe pedaging ini dinamai itik Raja.

Proses menghasilkan itik Raja tersebut cukup lama. Hal ini lantaran tingkat stres itik Alabio yang cukup tinggi. Masing-masing induk diseleksi untuk mendapatkan keturunan dengan produktivitas yang paling tinggi. Baru tahun keempat, diperoleh hasil penyilangan yang dinilai optimal.

Kini produksi bibit itik Raja dilakukan Balai Pembibitan Ternak Unggul Kambing, Domba, dan Itik (BPTU KDI) Pelaihari, Kalimantan Selatan. Menurut Husni, Staf BPTU KDI yang dihubungi via telepon, “Kapasitas produksi bibit anak itik umur sehari (day old duck-DOD) berkisar 8.000—15.000 ekor per bulan.” Harga pasaran DOD jantan Rp1.000 dan yang betina Rp4.000 per ekor, belum termasuk ongkos kirim.

Lebih Cepat Tumbuh

Secara visual, itik Raja mempunyai postur lebih besar ketimbang tetuanya. Sikap berdirinya hampir tegak seperti botol. Warna bulunya cokelat kemerahan dengan bintik-bintik cokelat hitam pada bagian dada dan perut. Warna bulu kepala hitam dan terdapat warna putih di atas mata menyerupai alis yang akan hilang ketika dewasa. Paruh dan kakinya hitam.

Sebagai pedaging, itik Raja menawarkan beberapa keunggulan. “Pertumbuhannya lebih cepat daripada tetuanya,” ungkap Husni. Bobot siap potong 1,3 kg yang bisa dicapai dalam umur 6 minggu. Jumlah karkasnya (daging dan tulang tanpa kepala dan kaki) sebanyak 57,6%. Konsumsi pakannya juga sangat efisien dengan rasio konversi pakan (FCR) 1,24. Bila dibandingkan itik lain, daya tahan hidupnya juga lebih tinggi dan tingkat stresnya lebih rendah.

Untuk mencapai kecepatan pertumbuhan seperti itu, itik Raja harus diberi pakan dengan nilai nutrisi yang memadai. Peternak bisa memberikan pakan jadi untuk ayam pedaging. Pakan ramuan sendiri juga boleh diberikan dengan mencampur konsentrat dan bahan baku sumber energi seperti dedak dan jagung. Rekomendasi kebutuhan gizinya untuk umur 0—6 minggu sebagai berikut: Protein 18—20%, energi metabolis 2.750—3.000 kkal, kalsium 0,6—1,1%, dan P (fosfor) tersedia 0,56—0,64%.

Peni SP

Tabel Perbandingan itik Alabio, Mojosari, dan Raja

Parameter

Jenis itik


Alabio

Mojosari

Raja

Umur (minggu)

6

6

6

Bobot badan (gram)

767,5

660

1.371

Rasio konversi pakan (FCR)

2,76

4,42

1,24

Alternative Pakan Ternak – Rumen Sapi



imageIsi rumen merupakan salah satu limbah rumah potong hewan yang belum dimanfaatkan secara optimal  bahkan ada yang dibuang begitu saja sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Limbah ini sebenarnya sangat potensial bila dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak karena isi rumen disamping merupakan bahan pakan yang belum tercerna juga terdapat organisme rumen yang merupakan sumber vitamin B.

Kandungan zat makanan yang terdapat pada isi rumen sapi meliputi: air (8,8%), protein kasar (9,63%), lemak (1,81%), serat kasar (24,60%), BETN (38,40%), Abu (16,76%), kalsium (1,22%) dan posfor (0,29%) dan pada domba meliputi: air (8,28%), protein kasar (14,41%), lemak (3,59%), serat kasar (24,38%), Abu (16,37%), kalsium (0,68%) dan posfor (1,08%) (Suhermiyati, 1984). Widodo (2002) menyatakan zat makanan yang terkandung dalam rumen meliputi protein sebesar 8,86%, lemak 2,60%, serat kasar 28,78%, fosfor 0,55%, abu 18,54% dan air 10,92%. Berdasarkan komposisi zat yang terkandung didalamnya maka isi rumen dalam batas tertentu tidak akan menimbulkan akibat yang merugikan bila dijadikan bahan pencampur ransum berbagai ternak.

Di dalam rumen ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba) terdapat populasi mikroba yang cukup banyak jumlahnya. Cairan rumen mengandung bakteri dan protozoa. Konsentrasi bakteri sekitar 10 pangkat 9 setiap cc isi rumen, sedangkan protozoa bervariasi sekitar 10 pangkat 5 - 10 pangkat 6 setiap cc isi rumen (Tillman, 1991). Beberapa jenis bakteri/mikroba yang terdapat dalam isi rumen adalah (a) bakteri/mikroba lipolitik, (b) bakteri/mikroba pembentuk asam, (c) bakteri/mikroba amilolitik, (d) bakteri/mikroba selulolitik, (e) bakteri/mikroba proteolitik Sutrisno dkk, 1994)

Jumlah mikroba di dalam isi rumen sapi bervariasi meliputi: mikroba proteolitik 2,5 x 10 pangkat 9 sel/gram isi rumen, mikroba selulolitik 8,1 x 10 pangkat 4 sel/gram isi rumen, amilolitik 4,9 x 10 pangkat 9 sel/gram isi, mikroba pembentuk asam 5,6 x 10 pangkat 9 sel/gram isi, mikroba lipolitik 2,1 x 10 pangkat 10 sel/gram isi dan fungi lipolitik 1,7 x 10 pangkat 3 sel/gram isi (Sutrisno dkk, 1994). Mikroorganisme tersebut mencerna pati, gula, lemak, protein dan nitrogen bukan proein untuk membentuk mikrobial dan vitamin B.

Berdasarkan hasil penelitian Sanjaya (1995), penggunaan isi rumen sapi sampai 12% mampu meningkatkan pertambahan bobot badan dan konsumsi pakan ayam pedaging dan mampu menekan konversi pakan ayam pedaging.

Ramuan Pakan Tambahan Ayam Pedaging


Pakan tambahan bagi ternak biasanya terbuaut dari hasil limbah olahan, seperti: tepung limbah udang, ampas tahu, tepung tulang, dan lain-lain, bahan-bahan pakan tambahan tersebut dirasa cukup mahal dan cukup menguras kantong kita, untuk itu ada pakan tambahan alternatif yang dapat kita berikan sebagai pakan ternak ayam pedaging yang terdiri dari bahan-bahan herbal yang biasa digunakan untuk minuman kesehatan bagi manusia.




Disini kita coba mengulas bagaimana cara membuat pakan alternatif yang terbuat dari bahan herbal dan apa saja bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat pakan tersebut.

Bahan-bahan yang diperlukan antara lain : kencur, temu kunci, lengkuas, jahe, kunyit, bawang merah, bawang putih, bengkuang, daun sirih, sereh, belimbing wuluh, kemangi, temu lawak, temu hitam, siapkan semua bahan masing-masing sebanyak 0,25 kg.

Cara pembuatannya :
1. Bahan-bahan dicuci sampai bersih.
2. Tiriskan bahan-bahan tadi tipis-tipis, lalu digiling.
3. Hasil gilingan tersebut dimasukkan kedalam jerigen ukuran 20 liter dan ditambahkan dengan 1 liter milaosse dan 1 liter EM-4.
4. Lalu tambahkan air bersih sampai penuh.
5. Kocok bahan-bahan yang telah dicampur tadi sampai merata.
6. Tutup rapat jerigen untuk proses permentasi secara anaerob.
7. Biarkan proses permentasi berlangsung selama 2 minggu, namun selama proses permentasi berlangsung sebaiknya gas dibuang dengan membuka tutup jerigen dan menutup kembali dengan rapat.
8. Setelah 2 minggu, hasil permentasi disaring dan disimpan secara anaerob ditempat sejuk sehingga kita bisa menggunakannya kapan kita inginkan.

Cara pemberian : dalam pemberian ramuan yang telah dibuat tadi ada baiknya diberikan pada minuman ayam dengan dosis pemberian untuk 1 liter air minum ditambahkan 2,5 ml bahan yang telah kita buat tadi.

Ramuan tadi dapat bermanfaat bagi peningkatan kerja organ pencernaan, meningkatkan nafsu makan.

Friday, 28 January 2011

Itik Hibrida Raja dan Ratu, Peluang Baru Peternak



Source: Kompas.com

Terbatasnya lahan dan modal usaha di tengah semakin tingginya tuntutan kebutuhan hidup acap kali justru mendorong kreativitas seseorang. Tak pernah puas dengan hasil kerja yang sama bertahun- tahun, terobosan-terobosan baru pun dilakukan untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Tak terkecuali bagi para peternak.

Sebagian peternak itik di wilayah Kecamatan Sleman dan Kecamatan Seyegan, Sleman, misalnya, sejak beberapa bulan terakhir mengembangkan budidaya ternak itik unggul organik yang merupakan persilangan dari itik alabio Kalimantan Timur dengan itik Mojosari Jawa Timur.

Dari beternak beberapa jenis itik lokal, seperti itik turi Bantul ataupun itik payaman Magelang, mereka mencoba beralih ke itik unggul yang dirasa lebih menguntungkan karena pertumbuhan yang lebih cepat dan produktivitas yang lebih tinggi.

"Itik unggul organik ini istimewa karena pertumbuhan dagingnya yang cepat. Jika berat itik biasa atau itik lokal hanya enam ons pada usia 45 hari, pada usia yang sama berat itik unggul organik mampu mencapai 1,3 kilogram. Itik jenis betina dinamai ratu, sedangkan yang jantan dinamai raja," kata Warsidi, peternak itik di Dusun Beteng, Margoagung, Seyegan, Selasa (8/1).

Pada usia satu bulan, 45 hari, 50 hari, sampai tiga bulan itik unggul organik sudah bisa dipotong dengan harga yang cukup bersaing, antara Rp 12.500-Rp 25.000 per ekor. Untuk dijual sebagai pedaging pun peternak tak perlu menunggu sampai itik menjadi apkir atau tak lagi mampu bertelur. "Itik potong yang ada selama ini sebagian besar merupakan itik apkir sehingga pedagang terkadang kekurangan stok," tutur Warsidi. Produktivitas

Selain pertumbuhan dagingnya lebih cepat, produktivitas telur itik jenis ini juga lebih tinggi dibandingkan itik biasa. Persentase produktivitas telur mencapai 93 persen lebih tinggi dibanding itik biasa yang hanya mencapai 68 persen. Setiap hari seekor itik mampu menghasilkan satu butir telur selama satu tahun penuh. Biasanya, itik lokal bertelur selama dua sampai tiga bulan, lalu berhenti sekitar satu bulan sebelum bertelur kembali.

Beternak itik unggul organik ini memang cukup menguntungkan. Warsidi menceritakan, dari pengalamannya beternak 2.000 ekor itik unggul organik sejak September tahun lalu, ia bisa memperoleh pendapatan bersih sekitar Rp 7.500 dari tiap ekor itik. "Untuk satu ekor itik raja, biaya pakan dan pemeliharaan Rp 10.000. Pada usia 50- 60 hari, tiap ekor bisa dijual Rp 17.500," ujarnya. Semakin tua usia dan semakin bertambah berat badannya, harga itik akan semakin mahal.

Keuntungan yang diperoleh memang cukup besar mengingat pakan dan pemeliharaan yang relatif mudah. Hanya saja, bibit itik unggul organik ini masih terbatas. Saat ini day old duck (DOD) hanya bisa didapat dari Kalimantan Selatan. Harganya sendiri Rp 3.500 per ekor untuk raja dan Rp 6.000 per ekor untuk ratu.

Karena itu, para peternak terus berupaya mengembangkan budidaya ternak itik jenis unggul ini. "Supaya tidak terus-terusan bergantung pada Kalimantan Selatan, kami mencoba melakukan pembibitan secara mandiri. Harapannya nanti DOD itik unggul organik bisa dipenuhi dari Yogyakarta," ucap Rahmat Kusnadi, peternak itik di Dusun Ngangkrik, Triharjo, Sleman.

Ketika sudah tidak asing lagi dan semakin dikenal masyarakat luas, ia berharap harga jual itik yang dipeliharanya pun bisa lebih tinggi. Dan para peternak pun akan terus berinovasi. Tak hanya sekadar untuk bertahan, tetapi memperoleh hasil optimal dari semua jerih payahnya.

Itik memang tidak lebih populer dibanding ayam. Khusus untuk itik pedaging, lebih sering disebut bebek, sejauh ini masih dianggap sebagai santapan yang eksklusif. Konsumsi bebek tidak setinggi konsumsi terhadap daging ayam. Oleh karena itu, kehadiran itik hibrida yang memiliki produktivitas tinggi, barangkali menjadi peluang usaha bagi para petani di Yogyakarta....

Dari Mana Memulai Usaha Ternak Itik?


beternakitik,           DOD, Bayahwww.sentralternak.com, Beternak itik bagi sebagian orang terasa lebih menjanjikan daripada beternak unggas jenis lainnya. Pertama, produk yang dihasilkan yaitu telur terasa lebih ‘dihargai’ sebab penjualannya dihitung bijian bukan kiloan sebagaimana halnya telur ayam ras. Ke dua, cara pemeliharaan dan perawatan yang relatif mudah serta lebih tahan terhadap penyakit. Ke tiga jumlah permintaan telur yang terus naik dari tahun ke tahun. dan Ke empat yaitu permintaan akan daging konsumsi juga tinggi.

Dari gambaran di atas sebenarnya masih ada ruang atau kesempatan yang sangat luas untuk memulai usaha ini. Akan tetapi timbul masalah bagi pemula yaitu dari mana memulai usaha ternak itik? Apa sebaiknya beternak itik untuk menghasilkan telur saja, apa beternak itik untuk menghasilkan DOD, atau usaha pembesaran DOD, atau penetasan? Nah berikut gambaran singkat tentang beberapa pilihan usaha dalam menjalankan bisnis ini.

Ada beberapa pilihan dalam menentukan langkah memulai usaha :
1. Mengkususkan usaha untuk menghasilkan telur tetas. Untuk menghasilkan telur tetas yang baik ratio jantan dan betina adalah 3-5 pejantan untuk 50-100 ekor itik betina. Di sarankan terdapat kolam di dalam kandang untuk aktifitas berenang itik agar terjadi proses kawin secara alami. Telur itik yang sudah terkumpul di tetaskan dengan bantuan mesin penetas karena naluri mengeram itik sangat rendah atau bahkan tidak ada. Bisa juga dengan bantuan jasa menthok, akan tetapi hal ini akan menambah biaya lagi untuk pemeliharannya. Lama penetasan baik dengan mesin penetas atau menthok ± 28 hari. Lama penyimpanan telur tetas yang baik adalah kurang dari 7 hari.

2. Usaha penetasan, yaitu menetaskan telur itik menjadi DOD (Day Old Duck). Karena lama penetasan yang lebih panjang dari pada telur ayam maka perlu pertimbangan lagi untuk memulai usaha ini. Ada dua hal yang penting dalam memulai usaha ini yaitu bagaimana cara mendapatkan telur tetas yang baik dan memilih mesin penetas. Anda bisa membuka artikel kami lainnya untuk penjelasan ke dua hal tersebut. Keuntungan dalam usaha ini akan berlipat apabila begitu DOD menetas langsung dapat terjual, kalau tidak maka perlu biaya tambahan untuk memelihara DOD untuk beberapa jangka waktu beberapa hari. Kami menyarankan bagi peternak pemula untuk mencari relasi yang dapat dipercaya sebagai penyuplai telur tetas karena menyangkut nama baik usaha yang akan kita rintis. Sekali citra usaha kita buruk maka agak sulit untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. Lebih aman kalau kita memiliki pembibitan (breeding) sendiri untuk menjaga kualitas dan kontuinitas usaha.

3. Pembesaran DOD untuk dijadikan pedaging. Beberapa tahun terakhir usaha ini sudah banyak mendapat perhatian dari para investor. Pada umumnya DOD yang dijadikan sebagai pedaging adalah DOD jantan. Kenapa? Di samping harga bibitnya lebih murah juga kelebihan tingkat pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang lebih cepat jika dibandingkan dengan betina. Masa pemeliharaan yang relatif singkat yaitu sekitar 2 – 3 bulan juga menjadi daya tarik tersendiri. Untuk para pemula yang akan terjun dalam bisnis ini harus pandai-pandai berhitung soal pakan karena fluktuasi harganya yang gampang berubah.

4. Usaha pembesaran DOD sampai menjelang bertelur (bayah). Bayah adalah sebuatan itik betina siap bertelur yang berumur kira-kira 4-5 bulan. Biasanya system pemeliharaan bayah lebih banyak digembalakan karena di samping untuk lebih menekan biaya pakan juga untuk memberi kesempatan itik untuk berburu pakan alami kesenangannya seperti cacing, ikan-ikan kecil dan juga sebagai sarana exercise agar tubuh tidak kegemukan sehingga dapat menghambat produksi nantinya. Setelah itik sudah menandakan tanda-tanda akan bertelur maka itik bisa ditawarkan kepada calon pembeli. Ada satu trik saat menjual bayah yaitu usahakan menjual bayah ketika itik sudah mulai bertelur dan itu akan membawa ke harga jual yang lebih yang tinggi. Kita bisa menaikkan harga sampai Rp 500,- per ekor dan kita bisa bayangkan kalau bayah yang kita jual per minggu ada 100 ekor???

5. Usaha beternak itik untuk di ambil telurnya. Usaha ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat kita. Peternak bisa memeliharanya dari semenjak DOD atau langsung membeli itik siap bertelur (bayah). Keuntungan kalau kita memelihara sejak DOD adalah kita tahu tingkah laku ternak yang kita perlihara sehingga kita lebih paham akan kondisi ternak. Akan tetapi ada juga sisi kelemahannya yaitu butuh kesabaran waktu dan modal karena kita terus mengeluarkan uang sejak DOD sampai itik-itik tersebut mulai bertelur. Adapaun sisi kelebihan kalau kita membeli langsung dari bayah adalah kita akan langsung dapat memetik hasilnya dalam waktu dekat. Sisi kelemahannya yaitu butuh modal yang besar, dan juga kesiapan mental untuk menghadapi stress yang tinggi karena perpindahan lokasi dan juga perbedaan penanganan ternak.

Menekan Angka Kematian DOD


www.sentralternak.com, Masa-masa pemeliharaan awal bibit itik (DOD) adalah masa-masa yang sulit dan kebanyakan orang gagal di dalamnya. Banyak pertanyaan yang masuk kepada kami seputar tips merawat DOD terutama pada awal pemeliharaan sampai umur 1-2 minggu. Sebenarnya DOD sendiri mampu untuk bertahan tidak makan dan minum dalam jangka waktu 1-2 hari karena masih mempunyai cadangan makanan dalam tubuhnya. Walaupun demikian kita jangan sampai lengah dan ceroboh untuk memperhatikan hal itu (pakan dan minum) karena akan berdampak baik dan jeleknya tahap pemeliharaan selanjutnya. Untuk itu kami mencoba berbagi tips dan trik dalam memelihara DOD sampai umur 1-2 minggu.

Agar artikel ini agak sedikit lengkap maka kami sertakan cara penanganan DOD yang didatangkan dari tempat lain (membeli dari produsen bibit). Di antara penanganan yang perlu diberikan terhadap DOD yang didatangkan dari tempat lain antara lain :

  1. Pihak produsen bibit hanya mengirimkan DOD yang baru menetas (belum makan dan minum) karena DOD yang baru menetas bisa bertahan tidak makan dan minum sampai umur 2 hari
  2. Dalam perjalanan sebaiknya ditambahkan kecambah sebagai ganti minumnya
  3. Tidak mengirimkan DOD terlalu lama dari jam keberangkatan pesawat atau lainnya
  4. Pihak Ekspedisi diminta atau berinisiatif sendiri untuk menyiramkan air ketika DOD akan dimasukkan ke dalam pesawat untuk mengurangi hawa panas
  5. Segera ambil DOD di jasa ekspedisi yang ditunjuk ketika barang sudah sampai di tempat tujuan dan segera bawa pulang (ke kandang)
  6. Setelah tiba di kandang cepat-cepat keluarkan DOD dari box, biarkan barang 20-30 menit kemudian beri minuman yang mengandung gula seperti larutan gula jawa/pasir, air susu kental manis agar stamina DOD pulih kembali
  7. Setelah DOD diperkirakan sudah minum semua, ganti larutan gula/susu dengan vitamin seperti rhodivit, vitachick, sorbitol dll
  8. Kurang lebih satu jam setelah kedatangan pakan sudah bisa diberikan. Biasanya pakan yang diberikan adalah pakan ayam ras pedaging periode starter dengan kadar protein sekitar 22%.

Kemudian untuk penanganan DOD umur 1-2 minggu antara lain sebagai berikut :

  1. Untuk anak itik umur 1-2 minggu sebaiknya menggunakan kandang open (kandang yang dilengkapi dengan pemanas) berupa boks berkaki yang sebelumnya disemprot dengan desinfektan. Pemanas perlu dinyalakan terus sampai umur 2 minggu dan perhatikan penyebaran anak di bawah lampu pemanas. Pemanas yang bisa digunakan antara lain pemanas lampu/dop, pemanas mitan (minyak tanah), pemanas LPG, dan pemanas dari briket batu bara. Jangan lupa untuk selalu menyesuaikan temperatur kandang dengan pertumbuhan anak itik.
  2. Tidak lupa sekeliling kandang perlu ditutup dengan tirai plastik atau lainnya untuk menghindari angin yang masuk. Tirai plastik sebaiknya di buka pada siang hari dan ditutup pada malam hari, dilakukan mulai hari ke tiga atau ke empat. Pada umur 2 minggu tirai sudah bisa di buka semuanya dan anak sudah dapat di pindah ke kandang bawah (tanah) akan tetapi alas masih perlu diberi jerami malam hari suhu kandang tetap hangat.
  3. Pakan sebaiknya diberikan sedikit demi sedikit dengan frekuensi sering. Kandungan protein pakan sebaiknya di atas 20%. Untuk pemberian pakan secara basah/semi basah maka pemberiannya juga perlu dikontrol. Diusahakan pakan habis tidak lebih dari 60 menit setelah di berikan karena kalau tidak maka dikawatiran akan ditumbuhi jamur dan bisa menjadi sumber penyakit. Kesegaran pakan harus dijaga, hindari pemberian pakan itik yang sudah basi atau berjamur.
  4. Pemberian vitamin dan antibiotika sangat dianjurkan pada periode ini karena untuk merangsang nafsu makan, keseragaman pertumbuhan dan pencegahan terhadap penyakit.
  5. Pemeliharaan umur ini sebaiknya jangan terlalu padat. Kepadatan kandang yang dianjurkan hanya 30 ekor/m2, karena kalau terlalu padat akan bisa menyebabkan itik saling berdekatan, saling tindih, udara yang pengap sehingga memacu timbulnya stress.
  6. Menjaga agar sirkulasi udara dapat berjalan lancar dengan memberikan cukup ventilasi. Fungsinya adalah untuk mengatur keseimbangan kadar CO2 dan O2 di dalam kandang apalagi umur-umur ini sangat peka terhadap penyakit saluran pernafasan.
  7. Usahakan kondisi kadang selalu bersih, kandang yang kotor akan mendatangkan penyakit yang dapat membunuh anak itik, buatlah lantai kandang yang berlubang (kawat ram atau bambu) sehingga kotoran itik bisa langsung jatuh, pastikan lubang yang ada tidak membuat kaki itik terjepit. Laksakan program penyucihamaan kandang secara teratur dengan desinfektan yang aman.
  8. Pemeliharaan sebaiknya yang seumur dan sejenis, hindari pemeliharaan DOD dengan itik remaja atau dewasa dalam satu kandang. Hal ini bertujuan untuk menghindari penularan penyakit.

pakan bebek

www.sentralternak.com, Kontribusi pakan memang hanya sekitar 30% dalam keberhasilan usaha ternak, akan tetapi salah dalam menerapkannya juga tidak sedikit kerugian yang akan diderita. Pernah suatu ketika datang pertanyaan pada kami untuk komposisi pakan itik petelur yang hanya di beri dedak jumlah sekitar 4 kg dan ikan/kepala ikan dengan jumlah sedikit (0.5 kg). Kami rasa para pembaca sudah bisa menebak, bagaimana produksi telur yang akan dihasilkan itik tersebut. Untuk itu mungkin perlu kami tampilkan berbagai formulasi pakan ternak itik yang berhasil kami himpun dari berbagai sumber (buku, hasil penelitian, dan komunikasi langsung dengan peternak). Semoga hal ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua dan kami juga mempunyai harapan kepada pembaca semua yang mempunyai pengalaman di bidang formulasi pakan itik untuk berbagi pengalaman di sini. Semoga dengan berbagi pengalaman (ilmu) dan orang lain mendapatkan manfaat dari pengalaman kita, kiranya hal itu dicatat oleh Allah swt sebagai amal kebaikan dan berhak untuk mendapatkan pahala di sisinya. Aamiin…

Formulasi pakan itik untuk masa grower (umur 2-5 bl) :
Jumlah pemberian 88 - 120 gram/ekor/hari sesuai tingkatan umur. Sebagai patokan adalah jumlah  Protein Kasar (PK) 16-20%, dan Energi Metabolis (EM) 2900 Kkal/kg.

  1. Jagung 20%, dedak 20%, menir 15%, kedelai 15%, bungkil kelapa 5%, tepung ikan 10%, tepung darah 10% dan tepung tulang 5%
  2. Jagung atau dedak atau menir 50%, kacang tanah, bungkil kelapa atau kacang kedelai 15%, cacahan ikan teri atau bekicot 25%, mineral 5%, dan sisanya adalah campuran vit B12, premix dan daun singkong
  3. Jagung giling 45%, bekatul 15%, bungkil kelapa 5%, kedelai 15%, tepung daun lamtoro 5%, tepung ikan 10% rumput kering 2%, tepung kerang 2%, tepung tulang 1% dan sedikir garam
  4. Jagung 20%, konsentrat 10%, bekatul 60%, dan eceng gondok 10%

Formulasi pakan itik untuk layer (5 bl ke atas) :
Jumlah pemberian minimal 150 gram/ekor/hari, tidak lupa untuk memberikan hijauan segar dan mineral. Sebagai patokan adalah jumlah Protein Kasar (PK) 15-18% dan Energi Metabolis (EM) 2900 Kkal/kg.

  1. Bekatul 15%, beras merah 30%, jagung giling 10% kacang hijau giling 12%, tepung ikan 20%, kedelai giling 3%, bungkil kelapa 5% tepung tulang 4,5% dan garam 0,5%
  2. Bekatul 6 kg, konsentrat itik layer 3 kg, dan jagung 6 kg
  3. Bekatul 6 kg, konsentrat itik layer 1,5 kg, ketam cincang 1,5-2 kg, dan jagung giling 6 kg
  4. Dedak kasar 25%, jagung giling 25%, kacang kedelai giling 15%, bekicot cincang 15%, tepung ikan 10%, garam 5% dan tepung daun singkong 5%
  5. Bekatul 5 kg, nasi kering 7 kg, ece 1 kg, cacahan ikan pirik 15 kg
  6. Bekatul 2,6 kg, bekatul 8,3 kg, dan ikan pirik giling 10,6 kg
  7. Bekatul 6 kg, nasi kering 6 kg, konsentrat itik layer 4 kg, ikan kecil 12 kg
  8. Bekatul 6 kg, menir 6 kg, ikan rucah 8 kg
  9. Bekatul 4.8-5 kg, menir 4 kg, konsentrat itik layer 3 kg dan ikan rucah 2 kg
  10. Bekatul/dedak dan konsentrat itik layer dengan perbandingan (6:1)
  11. Nasi kering : jagung : konsentrat itik layer dengan perbandingan (4:1:1)
  12. Bekatul : konsetrat itik layer dengan perbandingan (4:1)
  13. Konsentrat itik layer : konsentrat ayam petelur : dedak dengan perbandingan (2:5:8)
  14. Konsentrat itik layer 60%, jagung 15%, kremis 15%, dan eceng gondok 10%
  15. Bekatul 60%, jagung 20%, dan konsentrat itik layer 20%
  16. Bekatul 2.5 kg, konsetrat itik layer 1,5 kg, gandum 8 kg, dan hijauan 0.7-1 kg

Perlu diketahui bersama bahwa kestabilan dan produktivitas itik sangat ditentukan oleh ketepatan dalam pemberian jumlah pakan yang meliputi kandungan nutrisi dan kualitas pakan. Tidak ada salahnya untuk mencoba salah satu komposisi di atas, asal ketersediaan pakan dan harganya pun murah di sekitar lokasi kita. Atau anda punya komposisi pakan tersendiri dan mau berbagi dengan peternak lainnya? Kirimkan komposisi formulasi pakan itik petelur anda pada kami dan insyaallah kami pun akan memuatnya di sini. Mari berbagi dan jalin kebersamaan tuk meraih kesuksesan*(SPt).