Thursday, 10 March 2011

peluang usaha bebek pedaging


usaha beternak bebek ini sesuatu peluang usaha yang
riil, namun kalau menguntungkannya masih cenderung bagaimana ketepatan
strategi yang di terapkan dalam berternak.

Dengan terapan harga jual bebek hidupnya kiloan, lebih baik
daripada harga ekoran, karena bulu dan ekornya tidak diperdagangakan.
Dalam upaya sebagai peternak, untuk lebih dihargai hasil produksi
dagingnya, sehingga end costumers pun juga diuntungkan.

Diketahui bahwa supply bebek pedaging umumnya masih menggunakan bebek
afkir (bebek petelur sudah tidak produktif, umur lebih 1 tahun), dan bebek
muda kualitas seadanya (kecil dan tidak seragam ukurannya). Sehingga
resiko diskontinyu bahan baku "krisis bebek" secara periodikal akan
terjadi dan pasti akan berulang kembali, disebabkan para peternak/produsen
dipengaruhi oleh cuaca dan musim tanam padi.
Kendala ketersediaan bahan baku tersebut akan berdampak terhadap
eksistensi dan perkembangan usaha kuliner bebek. Apalagi sikon jabodetabek
sedang booming menu kuliner bebek, untuk 3 tahun terakhir cukup fenomenal
dan menjadi primadona ("majalah FLONA edisi maret 2009").

Ketidakjelasan harga bahan baku :
Harga pasaran sangat fluktuatif, sementara belum ada grade yang jelas.
Yang terjadi harga berlaku dari area masing-masing sumber
produsen/peternak, seberapa besar quantity yang tersedia, seberapa kuat
modal si supplier nya dan seberapa tinggi daya beli pengusaha kulinernya
"end costumers".

Untuk ilustrasi usaha peternakan bebek khusus pedaging, idealnya produksi
estafet minimal 1.000 ekor /7hari dengan masa produksi 10 minggu (total
10.000 ekor) berat dicapai bebek hidup minimal 1,4 kg, berat karkas dengan
kepala 1,0 kg (cukup proporsional jika bebek disajikan di bagi 4 potong).
Harga jual Jabodetabek 33,800 /pcs karkas utuh 1,0kg.

PENGETAHUAN BEBEK POLA BETERNAK BEBEK DNG MENGENAL SEJARAHNYA





1. SEJARAH SINGKATItik dikenal juga dengan istilah Bebek (bhs.Jawa). Nenek moyangnya berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar ( Anas moscha) atau Wild mallard. Terus menerus dijinakkan oleh manusia hingga jadilah itik yang diperlihara sekarang yang disebut Anas domesticus (ternak itik).

2. SENTRA PETERNAKAN
Secara internasional ternak itik terpusat di negara-negara Amerika utara, Amerika Selatan, Asia, Filipina, Malaysia, Inggris, Perancis (negara yangmempunyai musim tropis dan subtropis). Sedangkan di Indonesia ternak itik terpusatkan di daerah pulau Jawa (Tegal, Brebes dan Mojosari), Kalimantan (Kecamatan Alabio, Kabupaten Amuntai) dan Bali serta Lombok.

3. J E N I SKlasifikasi (penggolongan) itik, menurut tipenya dikelompokkan dalam 3 (tiga) golongan, yaitu:

1) Itik petelur seperti Indian Runner, Khaki Campbell, Buff (Buff Orpington) dan CV 2000-INA;
2) Itik pedaging seperti Peking, Rouen, Aylesbury, Muscovy, Cayuga;
3) Itik ornamental (itik kesayangan/hobby) seperti East India, Call (Grey Call), Mandariun, Blue Swedish, Crested, Wood.
Jenis bibit unggul yang diternakkan, khususnya di Indonesia ialah jenis itik petelur seperti itik tegal, itik khaki campbell, itik alabio, itik mojosari, itik bali, itik CV 2000-INA dan itik-itik petelur unggul lainnya yang merupakan produk dari BPT (Balai Penelitian Ternak) Ciawi, Bogor.

4. MANFAAT
1) Untuk usaha ekonomi kerakyatan mandiri.
2) Untuk mendapatkan telur itik konsumsi, daging, dan juga pembibitan ternak itik.
3) Kotorannya bisa sebagai pupuk tanaman pangan/palawija.
4) Sebagai pengisi kegiatan dimasa pensiun.
5) Untuk mencerdaskan bangsa melalui penyediaan gizi masyarakat.

5. PERSYARATAN LOKASIMengenai lokasi kandang yang perlu diperhatikan adalah: letak lokasi lokasi jauh dari keramaian/pemukiman penduduk, mempunyai letak transportasi yang mudah dijangkau dari lokasi pemasaran dan kondisi lingkungan kandang mempunyai iklim yang kondusif bagi produksi ataupun produktivitas ternak. Itik serta kondisi lokasi tidak rawan penggusuran dalam beberapa periode produksi.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYASebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri, terutama dalam hal pemahaman tentang pancausaha beternak yaitu (1).Perkandangan; (2). Bibit Unggul; (3). Pakan Ternak; (4). Tata Laksana dan (5). Pemasaran Hasil Ternak.
6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
Persyaratan temperatur kandang ± 39 derajat C.
Kelembaban kandang berkisar antara 60-65%
Penerangan kandang diberikan untuk memudahkan pengaturan kandang agar tata kandang sesuai dengan fungsi bagian-bagian kandang
Model kandang ada 3 (tiga) jenis yaitu:
a. kandang untuk anak itik (DOD) oada masa stater bisa disebut juga kandang box, dengan ukuran 1 m2 mampu menampung 50 ekor DOD
b. kandang Brower (untuk itik remaja) disebut model kandang Ren/kandang kelompok dengan ukuran 16-100 ekor perkelompok
c. kandang layar ( untuk itik masa bertelur) modelnya bisa berupa kandang baterei ( satu atau dua ekor dalam satu kotak) bisa juga berupa kandang lokasi ( kelompok) dengan ukuran setiap meter persegi 4-5 ekor itik dewasa ( masa bertelur atau untuk 30 ekor itik dewasa dengan ukuran kandang 3 x 2 meter).
Kondisi kandang dan perlengkapannyaKondisi kandang tidak harus dari bahan yang mahal tetapi cukup sederhana asal tahan lama (kuat). Untuk perlengkapannya berupa tempat makan, tempat minum dan mungkin perelengkapan tambahan lain yang bermaksud positif dalam managemen

6.2. PembibitanTernak itik yang dipelihara harus benar-benar merupakan ternak unggul yang telah diuji keunggulannya dalam memproduksi hasil ternak yang diharapkan.
1) Pemilihan bibit dan calon indukPemilihan bibit ada 3 ( tiga) cara untuk memperoleh bibit itik yang baik adalah sebagai berikut :
a. membeli telur tetas dari induk itik yang dijamin keunggulannya
b. memelihara induk itik yaitu pejantan + betina itik unggul untuk mendapatkan telur tetas kemudian meletakannya pada mentok, ayam atau mesin tetas
c. membeli DOD (Day Old Duck) dari pembibitan yang sudah dikenal mutunya maupun yang telah mendapat rekomendasi dari dinas peternakan setempat.Ciri DOD yang baik adalah tidak cacat (tidak sakit) dengan warna bulu kuning mengkilap.

2) Perawatan bibit dan calon induk
a. Perawatan BibitBibit (DOD) yang baru saja tiba dari pembibitan, hendaknya ditangani secara teknis agar tidak salah rawat. Adapun penanganannya sebagai berikut: bibit diterima dan ditempatkan pada kandang brooder (indukan) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam brooder adalah temperatur brooder diusahakan yang anak itik tersebar secara merata, kapasitas kandang brooder (box) untuk 1 m2 mampu menampung 50 ekor DOD, tempat pakan dan tempat minum sesuai dengan ketentuan yaitu jenis pakan itik fase stater dan minumannya perlu ditambah vitamin/mineral.
b. Perawatan calon IndukCalon induk itik ada dua macam yaitu induk untuk produksi telur konsumsi dan induk untuk produksi telur tetas. Perawatan keduanya sama saja, perbedaannya hanya pada induk untuk produksi telur tetas harus ada pejantan dengan perbandingan 1 jantan untuk 5 – 6 ekor betina.

3) Reproduksi dan PerkawinanReproduksi atau perkembangbiakan dimaksudkan untuk mendapatkan telur tetas yang fertil/terbuahi dengan baik oleh itik jantan. Sedangkan sistem perkawinan dikenal ada dua macam yaitu itik hand mating/pakan itik yang dibuat oleh manusia dan nature mating (perkawinan itik secara alami).

6.3. Pemeliharaan
Sanitasi dan Tindakan PreventifSanitasi kandang mutlak diperlukan dalam pemeliharaan itik dan tindakan preventif (pencegahan penyakit) perlu diperhatikan sejak dini untuk mewaspadai timbulnya penyakit.
Pengontrol PenyakitDilakukan setiap saat dan secara hati-hati serta menyeluruh. Cacat dan tangani secara serius bila ada tanda-tanda kurang sehat pada itik.
Pemberian PakanPemberian pakan itik tersebut dalam tiga fase, yaitu fase stater (umur 0–8 minggu), fase grower (umur 8–18 minggu) dan fase layar (umur 18–27 minggu). Pakan ketiga fase tersebut berupa pakan jadi dari pabrik (secara praktisnya) dengan kode masing-masing fase. Cara memberi pakan tersebut terbagi dalam empat kelompok yaitu:
a. umur 0-16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder)
b. umur 16-21 hari diberikan dengan tray feeder dan sebaran dilantai
c. umur 21 hari samapai 18 minggu disebar dilantai.
d. umur 18 minggu–72 minggu, ada dua cara yaitu 7 hari pertama secara pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%. Setelah itu pemberian pakan itik secara ad libitum (terus menerus).
Dalam hal pakan itik secara ad libitum, untuk menghemat pakan biaya baik tempat ransum sendiri yang biasa diranum dari bahan-bahan seperti jagung, bekatul, tepung ikan, tepung tulang, bungkil feed suplemen Pemberian minuman itik, berdasarkan pada umur itik juga yaitu :
a. umur 0-7 hari, untuk 3 hari pertama iar minum ditambah vitamin dan mineral, tempatnya asam seperti untuk anak ayam.
b. umur 7-28 hari, tempat minum dipinggir kandang dan air minum diberikan secara ad libitum (terus menerus)
c. umur 28 hari-afkir, tempat minum berupa empat persegi panjang dengan ukuran 2 m x 15 cm dan tingginya 10 cm untuk 200-300 ekor. Tiap hari dibersihkan.

6.
Pemeliharaan KandangKandang hendaknya selalu dijaga kebersihannya dan daya gunanya agar produksi tidak terpengaruh dari kondisi kandang yang ada.


7. HAMA DAN PENYAKITSecara garis besar penyakit itik dikelompokkan dalam dua hal yaitu:
1) penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri dan protozoa
2) penyakit yang disebabkan oleh defisiensi zat makanan dan tata laksana perkandangan yang kurang tepat
Adapun jenis penyakit yang biasa terjangkit pada itik adalah:
1. Penyakit Duck CholeraPenyebab: bakteri Pasteurela avicida.Gejala: mencret, lumpuh, tinja kuning kehijauan.Pengendalian: sanitasi kandang,pengobatan dengan suntikan penisilin pada urat daging dada dengan dosis sesuai label obat.
2. Penyakit SalmonellosisPenyebab: bakteri typhimurium.Gejala: pernafasan sesak, mencret.Pengendalian: sanitasi yang baik, pengobatan dengan furazolidone melalui pakan dengan konsentrasi 0,04% atau dengan sulfadimidin yang dicampur air minum, dosis disesuaikan dengan label obat.

8. P A N E N8.1. Hasil UtamaHasil utama, usaha ternak itik petelur adalah telur itik
8.2. Hasil TambahanHasil tambah berupa induk afkir, itik jantan sebagai ternak daging dan kotoran ternak sebagai pupuk tanam yang berharga

9. PASCA PANENKegiatan pascapanen yang bias dilakukan adalah pengawetan. Dengan pengawetan maka nilai ekonomis telur itik akan lebih lama dibanding jika tidak dilakukan pengawetan. Telur yang tidak diberikan perlakuan pengawetan hanya dapat tahan selama 14 hari jika disimpan pada temperatur ruangan bahkan akan segera membusuk. Adapun perlakuan pengawetan terdiri dari 5 macam, yaitu:
a) Pengawetan dengan air hangatPengawetan dengan air hangat merupakan pengawetan telur itik yang paling sederhana. Dengan cara ini telur dapat bertahan selama 20 hari.
b) Pengawetan telur dengan daun jambu bijiPerendaman telur dengan daun jambu biji dapat mempertahankan mutu telur selama kurang lebih 1 bulan. Telur yang telah direndam akan berubah warna menjadi kecoklatan seperti telur pindang.
c) Pengawetan telur dengan minyak kelapaPengawetan ini merupakan pengawetan yang praktis. Dengan cara ini warna kulit telur dan rasanya tidak berubah.
d) Pengawetan telur dengan natrium silikatBahan pengawetan natrium silikat merupkan cairan kental, tidak berwarna, jernih, dan tidak berbau. Natirum silikat dapat menutupi pori kulit telur sehingga telur awet dan tahan lama hingga 1,5 bulan. Adapun caranya adalah dengan merendam telur dalam larutan natrium silikat10% selama satu bulan.
e) Pengawetan telur dengan garam dapurGaram direndam dalam larutan garam dapur (NaCl) dengan konsentrasi 25- 40% selama 3 minggu.

SEBELUM BETERNAK BEBEK PERTIMBANGKAN METODENYA




Sebelum memulai usaha peternakan bebek, tentunya hal yang pertama dilakukan adalah pembuatan kandang, karena kandang sangat menentukan keberlangsungan
usaha peternakan bebek kedepan, apakah nantinya usaha tersebut untuk usaha bebek pedaging ataupun usaha bebek petelur. Pada prinsipnya adalah bagaimana mengusahakan itik/ bebek merasa nyaman di dalam kandang, karena kita ketahui bersama ada standarisasi dalam pembuatan kandang, atau dalam bahasa lain kandang yang memenuhi syarat salah satunya adalah kandang tersebut harus dalam keadaan kering, khususnya kandang untuk tempat istirahat bebek maupun kandang untuk tempat bertelur bebek. Hal ini juga berlaku untuk pemeliharaan bebek pedaging, jika kandang tempat istirahat bebek basah, atau becek, maka hal ini membuat tidak nyaman, sehingga bisa menghambat pertumbuhan bebek, ataupun mengurangi produktifitas telur yang dihasilkan.
Kandang yang akan kita buatpun masih mempunyai 2 pilihan, apakah pilihan dalam pembuatan kandang tersebut menggunakan system basah, atau bahkan kandang tersebut menggunakan system kering. Masing- masing system tersebut mempunyai keunggulan atau kekuatan masing- masing.
1. system basah mensyaratkan bahwa kandang tersebut harus ada tempat mandi untuk bebek, dengan kata lain bebek bisa bermain air setiap harinya, keunggulan pada system ini adalah kalau dengan tujuan pembudidayaan bebek petelur untuk ditetaskan maka system ini paling bagus, karena dengan adanya kolam air maka intensitas kawin lebih tinggi dibandingkan system basah. Selain itu kelebihan lainnya adalah bahwa system ini bagus digunakan agar pada saat musim hujan datang, produktifitas telur pada itik tidak menurun drastis.
2. system kering merupakan kebalikan dari system basah, dimana dalam kandang tersebut tidak ada kolam untuk mandi, air hanya untuk media air minum saja dan cuci kepala itik saja. Kelebihan dari system kering ini adalah bebek/itik dapat berproduksi secara optimal, karena energi yang diperoleh dari makanan sepenuhnya digunakan untuk memproduksi telur, selain itu kelebihan lainnya adalah bahwa system ini meminimalisir bau yang diakibatkan kotoran bebek. Selain itu system kering juga sangat menghemat lahan, daripada system basah yang harus ada alokasi lahan untuk mandi dan berenang itik.
Memilih system basah atu kering sepenuhnya tergantung kepada anda, karena masing- masing mempunyai kelebihan.

Tips beternak bebek dari senior

 ini datang dari peternak yang secara mendalami soal beternak bebek dari pengalamannya sehari hari bergaul dengan ternak bebek nya.
Pilihlah telur bebek yang agak bulat. Terawanglah, biasanya di dalam telur terdapat tanda bulat. Pilihkah telur bebek yang bercangkang agak tebal. Cara mengetahui ada tidaknya tanda bulat (embrio) di dalam telur dengan beberapa cara:
- Memakai kotak yang dilubangi,sebesar telor,di bawahnya diberi
lampu/cahaya.
- Tidak terlihat bintik-bintik pada cangkang(mulus).
- Kuning telor tidak pecah.
- Usahakan telur baru dan bebek cukup umur.
berpacu bersama bebek ku sayang 300x199 Tips beternak bebek dari senior

PRODUKSI BEBEK PEDAGING BERKUALITAS



Syarat pakan yang baik untuk ternak itik adalah sebagai berikut : 1. Ransum disusun dari bahan-bahan makanan yang mengandung gizi lengkap seperti protein, lemak, serat kasar, vitamin dan mineral. Susunlah dari beberapa jenis bahan makanan, semakin banyak ragamnya semakin baik, terutama dari sumber protein hewani. 2. Setiap bahan makanan digiling halus, kemudian dipadatkan dalam bentuk pil tau butiran, agar jangan banyak tercecer waktu itik memakannya. Bahan yang biasa digunakan untuk pakan itik adalah; dedak, jagung, bungkil kedele, bungkil kelapa, lamtoro, ikan, bekicot, remis, sisa dapur, tepung tulang, kepala/kulit udang dan lain-lain. 3. Jumlah pemberian dan kadar protein di sesuaikan dengan umur pertumbuhan dan produksi telur. 4. Tempat makanan harus dicegah jangan sampai tercemar jamur ataupun bakteri. Jadi harus selalu dalam keadaan bersih dan kering. 5. Sesuaikan jumlah tempat makanan dan minuman dengan jumlah itik, agar jangan saling berebutan pada waktu makan. . Formula ransum anak itik yang memenuhi syarat : Jagung giling (25%) + dedak halus (40%) + Ubi Kayu (5%) + Tepung Ikan (20%) + Bungkil kelapa (5%) + Bungkil kedele 5%, campurkan dengan 1 tutup botol Biotama 2 dan sedikit air, lalu berikan kepada itik tsb. Jika umur itik 1 minggu kebutuhan makanannya : 15 gr/ekor/hari, umur 2 minggu 30 gr / ekor/hari, umur 3 minggu 40 gr / ekor/hari, umur 4 minggu kebutuhan makanan organik sebanyak 60 gr/ekor/hari. . Ukuran kepadatan kandang untuk ukuran 1 x 1 meter dapat menampung : Anak itik : 10 – 20 ekor . Kunci keberhasilan usaha produksi ternak itik terletak pada pelaksanaan program tata laksana pemeliharaan itik sampai umur 22 minggu. Kesalahan nutrisi pada masa pertumbuhan ini bisa menyebabkan itik terlambat mencapai kedewasaan kelamin sehingga itik tidak bisa berproduksi pada umur yang diharapkan. . Dalam usaha ternak itik secara intensif, ada tiga evaluasi pokok yang memiliki andil keberhasilan yakni : 1. Bibit itik; karakteristik ekonominya dalam menunjang keberhasilan usaha adalah 20%. 2. Makanan itik; dalam menunjang keberhasilan usaha mempunyai andil sebesar 30%. 3. Tata laksana pemeliharaan, termasuk kandang, cara pemeliharaan dan ketrampilan, memegang peranan paling besar yakni 50%. . Pemeliharaan Anak Itik Sebelum anak itik ditempatkan setelah menetas, yaitu pada lingkaran yang terbuat dari tripleks, harus dilakukan persiapan sebelumnya seperti penyemprotan kandang agar bersih dengan menggunakan Biotama 3 (2 – 3 tutup botol Biotama 3 dilarutkan dalam 1 liter air). Pengaturan lampu pemanas dalam lingkaran tripleks tersebut agar kesehatan anak itik terjamin. . Untuk menghindari angin yang masuk, mengingat bulu anak itik masih halus dan tidak tahan udara dingin, usahakan dinding kandang ditutup dengan tirai plastik. Seelah 4 hari, tirai plastik dapat dibuka pada siang hari, dan pda malam hari ditutup kembali. Pada umur 4 minggu tirai plastik dapat dilepas semua sebab anak itik sudah memiliki bulu yang cukup tebal, namun kalau ada hujan lebat atau ada angin kencang, tirai plastik masih diperlukan. Induk buatan dengan alat pemanas lampu minyak atau lampu listrik sangat diperlukan sampai umur 3 minggu. Pada umur diatas 4 minggu lampu digunakan hanya sebagai alat penerang saja. . Suhu alat pemanas yang baik adalah sebagai berikut : - Minggu I : 32°C - Minggu II : 27°C - Minggu III : 21°C . Untuk melihat suhu (panas) yang baik untuk anak itik dapat dilihat dari penyebaran anak itik di bawah alat pemanas dalam lingkaran triplek (pelingkar). . Anak itik yang baru di beli dari Poulty Shop atau dari tempat yang cukup jauh, setelah dimasukkan dalam pelingkar tadi jangan tergesa-gesa diberi makan. Akan tetapi diberikan dahulu minuman segar, berupa susu atau air gula. Hal ini untuk menghindari “stress” karena perpindahan tempat. Setelah lebih kurang 1 jam, itik diberi makan sedikit demi sedikit tetapi sering agar makanan tidak terbuang dan diacak-acak. Setelah 1 minggu pertama, berilah air segar yang dicampur “antibiotika alami” yaitu Biotama 5 , kunyit dan asam jawa. 1 ruas kunyit ditambah 1 cm asam jawa potongan (haluskan) tambahkan 1 -2 tutup botol Biotama 5 dan air hingga 1000 ml. Masukkan dalam botol aqua besar, tutup rapat lalu kocok kocok. Minuman segar ini bisa disebut dengan ”jamu ternak”. Berikan minuman ini 1 minggu sekali. Hal ini untuk merangsang nafsu makan dan pertumbuhan yang seragam, juga untuk menghindari kepekaan terhdap gangguan penyakit selama pemeliharaan program intensifikasi pertanian menjadi program nasional, pemeliharaan itik secara tradisional atau dengan digembala memang sangat menunjang konsep pengendalian hama pertanian secara terpadu. Itik umumnya mencari makan di permukaan sawah dan sekitar batang/rumpun pada batang padi. Namun sejak penggunaan obat-obatan pembasmi hama pertanian makin intensif dan adakalanya dosisnya berlebihan, kasus keracunan itik sering menimbulkan konflik sosial. Pemeliharaan itik secara tradisional makin mengandung resiko besar. . Melihat gambaran ini, mengubah kebiasaan cara pemeliharaan dari cara tradisional ke arah pemeliharaan intensif memang perlu, sebab bagai manapun juga mempertahankan pemeliharaan tradisional dimasa mendatang tidak bisa diharapkan. Hal ini disebabkan pertama, makanan itik disawah atau dihabitatnya makin langka akibat penggunaan obat-obatan pembasmi hama; kedua, tingkat produktifitas itik yang dipelihara secara tradisional makin kurang nilai ekonominya, hanya bekisar antara 10-41% atau rata-rata 22,5% (lebih kurang 80 butir telur setahun). Hal ini menuntut para ilmiawan untuk memperkenalkan metode baru dalam mengelola ternak itik. Tentu saja tehnik pemeliharaan secara terkurung menuntut berbagai disiplin iilmu dan teknologi yang perlu diterapkan oleh peternak. Namun sebenarnya tuntutan tersebut tidaklah merugikan peternak, malahan akan memberikan hasil yang baik. . Pedoman nutrisi pakan itik yang baku di Indonesia sampai sekarang memang belum ada, akan tetapi para peternak sendiri yang meramunya secara mencoba-coba. Para peternak biasanya menyusun pakan ternak itiknya berpedoman kepada formula dari luar negri, kemudian disesuaikan dengan bahan pakan yang ada di Indonesia. .

Pembesaran Pada Itik Pedaging



pada tahap ini adalah merupakan tahap penting dalam budidaya itik
pedaging, tentunya tahap yang sudah dilalui adalah tahap pembuatan
kandang dan penyediaan bibit dari itik pedaging tersebut. pada tahap
pembesaran ini merupakan penentuan apakah usaha ini dikategorikan
berhasil atau tidak. karena budidaya itik pedaging ini memerlukan waktu
antara 50 sampai dengan 60 hari maka untuk itu dibagi dalam 2 fase,
yaitu fase starter dan fase finisher, meskipun kita ketahui dalam
pembagian fase ada 3 yaitu starter, grower dan layer, nah pada masa ini
hanya fase starter dan grower saja, jadi panen dilakukan pada masa
grower.

begitu bibit itik datang maka itik jangan langsung diberi
makan dan minum tapi diamkan dalam beberapa menit dahulu sehingga itik
tenang baru diberi air minum, dalam air tersebut lebih baik jika diberi
air gula, atau untuk penggantinya bisa diberikan vitamin (vitachick,
vita stress, fortevit dsb). pemberian minum janganlah terlalu berlebih
artinya dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah tempat minum harus
seefisien mungkin jangan samapi tempat minum digunakan untuk mandi,
karena jika pada masa 1-7 hari ini tubuh bibit itik basah maka
mengakibatkan kedinginan dan berujung pada kematian. pemberian pakanpun
harus juga diperhatikan, untuk fase ini pakan di berikan sesering
mungkin, jadi jika pakan habis maka langsung ditambah, karena hal ini
akan memacu pertumbuhan secara progresif, termasuk tempat pakan
haruslah memadai, prinsipnya tempat pakan harus bisa mengakomodir
seluruh itik, jangan sampai karena tempat terlalu kecil akhirnya itik
berebutan dan beberapa ada yang tidak kebagian maka hal ini akan
berpengaruh pada pertumbuhan itik. kandang untuk tahap starter ini
harus benar- benar diperhatikan, begitu juga luas kandang, jangan
sampai terlalu padat, karena ini sangat mempengaruhi pada pertumbuhan
itik. pada masa 2 minggu lebh itik bisa dipindah dari kandang starter
(boks) ke kandang liter, pada masa 3 minggu keatas pakan perlahan lahan
bisa dirubah dari pakan jadi dengan kadar protein 20% s/d 22% menjadi
pakan racikan dengan komposisi konsentrat dengan dedak, jagung, roti,
nasi kering, dsb, dengan kadar protein total 19% s/d 20%, ketika itik
sudah berumur 50 hari maka dalam kondisi normal bobot hidup bisa
mencapai 1,2 kg sampai dengan 1,3 kg.

Permasalahan yang di hadapi oleh peternak bebek / itik




Penulis: RikmaRachman



Dalam dunia peternakan,  permasalahan praktis selalu bermunculan , masalah yang dihadapi  itu terkadang tampak sepele, ringan dan gampang , tetapi tidak jarang juga masalah yang datang juga tampak besar, rumit dan bahkan menakutkan.



Dalam mencari kiat permasalahan khususnya dalam dunia perbebekan yang memang belum ada standar yang pasti  dalam pemeliharaan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Diantaranya bisa dengan mencoba sendiri,  dengan bertanya kepada peternak yang sudah berpengalaman,  dengan bertanya pada para praktisi, dengan mencari rujukan kepada berbagai media buku peternakan dan media masa tentang peternakan, dan juga dengan membuka berbagai situs internet yang membahas tentang seputaran dunia unggas perbebekan / itik. 



Dunia peternakan bebek / itik memang sudah lama di kenal oleh masyarakat kita, namun sayang populasi , produktivitas, dan pertumbuhannya dapat  dikatakan masih berjalan lamban.







Seperti usaha lainnya, bisnis beternak bebek/itik tidak lepas dari berbagai kendala,  masalah,  dan resiko sejauh ini kendala yang sering timbul adalah disebabkan oleh :



   1. Kurangnya ketersediaan bibit  berkualitas ( keseragaman induk ) di sebabkan oleh kurangnya pemahaman para breeder (penetasan) tentang pentingnya faktor genetika hasil tetasannya yang berdampak luas terhadap dunia perbebekan / itik ini. Contoh kasus : banyaknya jenis bebek/itik petelur yang produktivitas bertelurnya yang makin lama makin menurun. Kiat untuk memecahkan masalah tersebut adalah peternak harus mempunyai sumber yang dapat di percaya untuk mendapatkan bibit bebek/itik petelur ataupun untuk pedagingnya.

   2. Tata cara pemeliharaan yang masih menganut sistim tradisional dan semi intensif, yang belum ada kesepakatan standar yang baku. Sebab tiap masing masing daerah peternakan bebek/itik ini mempunyai cara caranya masing masing untuk memelihara ternaknya. Contoh kasus: dari setiap sentra peternakan bebek/itik tidak dapat ditemui kesamaan tentang pola pemeliharaan, sistim perkandangan, pakan ,dll. . Kiat untuk melaksanakan pemeliharaan dengan baik  dan benar yang perlu diperhatikan adalah :



          * Pemilihan tempat dan kondisi lingkungan berdasarkan pada jenis bibit yang akan di ternakan, sistim perkandangan , kualitas dan kuantitas pakan serta ketersedian air yang cukup.

          * Perencanaan usaha ternak bebek/itik  meliputi ukuran unit usaha, segmen usaha bebek/itik yang dipilih ( petelur, pembibitan, pedaging,dll)

          * Perencanaan pembuatan kandang berdasarkan pada tata letak kandang, ukuran kandang, kepadatan kandang, dan bahan pembuatan kandang.

          * Perencanaan metode beternak bebek/itik berdasarkan pada pertimbangan biologis dan ekonomis, cara pengelolaan, dan rencana tahunan.

3. Disamping bebagai masalah diatas, masalah lain yang menghadang adalah Pakan. Jika pemberiannya tidak dilakukan secara tepat dan benar justru akan menimbulkan masalah baru, sebab  masing masing di setiap daerah peternakan jenis dan pola pakannya berbeda beda. Kiat untuk mengatasinya adalah  minimal peternak harus dapat mengetahui kebutuhan nutrisi yang diperlukan untuk ternak bebek/itiknya, dan juga mengetahui kandungan nutrisi bahan yang akan digunakan untuk pakan bebek/itik pada masa awal pertumbuhan (starter), pertumbuhan (grower) , petelur atau pedagingnya.



Dengan memperhatikan permasalahan dan kendala di atas, saya berharap di masa yang akan datang dunia perbebekan/itik ini akan mengalami kemajuan di berbagai bidang, diantaranya :



          * perbaikan genetis terhadap jenis bebek/itik yang diternakan untuk memperoleh keturunan bebek/itik dengan kriteria tertentu. Meskipun sudah banyak yang berusaha mengembangkan tetapi hasilnya masih belum banyak dirasakan oleh kebanyakan peternak.

          * Perbaikan metode budidaya bebek/itik

          * Perbaikan Aspek sosial ekonomi dari penduduk dikaitkan dengan usaha dunia perbebekan/itik ini.



Demikianlah  sedikit ulasan yang saya tuangkan dalam tulisan ini semoga dunia peternakan bebek/itik kita dimasa yang akan datang dapat mengalami perbaikan dan kemajuan lebih baik dari saat ini .