| PERATURAN MENTERI PERTANIAN Penulis : Data dan Pelaporan Ditjennak | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR :36/Permentan/OT.140/3/2007 TENTANG PEDOMAN BUDIDAYA ITIK PEDAGING YANG BAIK (GOOD FARMING PRACTICE) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTANIAN, Menimbang : a. bahwa pemberian pelayanan, pelaksanaan pembinaaan dan pengembangan peternakan itik pedaging telah menjadi kewenangan kabupaten/kota; b. bahwa atas dasar hal tersebut di atas dan sebagai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, dipandang perlu menetapkan Pedoman Budidaya Itik Pedaging Yang Baik (Good Farming Practice) dengan Peraturan Menteri Pertanian; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Tahun 1967 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2824); 2. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 56, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3482); 3. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 99, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3656); 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1977 tentang Usaha Peternakan (Lembaran Negara Tahun 1977 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3102); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1983 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Lembaran Negara Tahun 1983 Nomor 28, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3253); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 1992 tentang Obat Hewan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3509); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi Sebagai Daerah Otonomi (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 161, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4002); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu, dan Gizi Pangan ( Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4424); 11. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, juncto Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005; 12. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia; 13. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 299/ Kpts/OT.140/7/2005 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian, juncto Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11/Permentan/ OT.140/1/2007; 14.Peraturan Menteri Pertanian Nomor 341/ Kpts/OT.140/9/2005 tentang Kelengkapan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian, juncto Peraturan Menteri Pertanian Nomor 12/Permentan/OT.140/1/2007; 15. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 237/Kpts/PD.430/6/2005 tentang Pedoman Pembibitan Itik Yang Baik 16. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 50/Permentan/OT.140/10/2006 tentang Pedoman Pemeliharaan Unggas di Pemukiman; Memperhatikan : Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang Penanganan dan Pengendalian Virus Flu Burung (Avian Influenza); MEMUTUSKAN:Menetapkan : PERATURAN MENTERI PERTANIAN TENTANG PEDOMAN BUDIDAYA ITIK PEDAGING YANG BAIK (GOOD FARMING PRACTICE). KESATU : Pedoman Budidaya Itik Pedaging Yang Baik (Good Farming Practice), seperti tercantum pada lampiran Peraturan ini. KEDUA : Pedoman Budidaya Itik Pedaging Yang Baik sebagaimana dimaksud pada diktum KESATU merupakan dasar bagi pemberian pelayanan, pelaksanaan, pembinaan, dan pengembangan budidaya ternak itik pedaging yang baik (good farming practice). KETIGA : Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 26 Maret 2007 MENTERI PERTANIAN, ttd ANTON APRIYANTONO SALINAN Peraturan ini disampaikan kepada Yth.: 1. Menteri Dalam Negeri; 2. Gubernur provinsi seluruh Indonesia; 3. Bupati/Walikota seluruh Indonesia; 4. Kepala Dinas yang membidangi fungsi peternakan dan Kesehatan Hewan di provinsi seluruh Indonesia; 5. Kepala Dinas yang membidangi fungsi peternakan dan Kesehatan Hewan di kabupaten/kota seluruh Indonesia. LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 36/Permentan/OT.140/3/2007 TANGGAL : 26 Maret 2007 PEDOMAN BUDIDAYA ITIK PEDAGING YANG BAIK ( GOOD FARMING PRACTICE ) I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ternak itik merupakan salah satu komoditi unggas yang mempunyai peran cukup penting sebagai penghasil telur dan daging untuk mendukung ketersediaan protein hewani yang murah dan mudah didapat. Di Indonesia, itik umumnya diusahakan sebagai penghasil telur namun ada pula yang diusahakan sebagai penghasil daging. Peternakan itik didominasi oleh peternak dengan sistem pemeliharaan yang masih tradisional di mana itik digembalakan di sawah atau di tempat-tempat yang banyak airnya, namun dengan cepat mengarah pada pemeliharaan secara intensif yang sepenuhnya terkurung. Pergeseran pola/sistem budidaya itik ini disebabkan oleh berkurangnya tempat penggembalaan antara lain karena makin intensifnya penanaman padi di sawah, konversi atau alih fungsi lahan persawahan menjadi daerah pemukiman dan industri. Selain itu juga karena meningkatnya kesadaran peternak untuk mencegah dan menularnya penyakit unggas seperti Avian Influenza. Pergeseran ini menunjukkan bahwa usaha peternakan itik bukan hanya sekedar sambilan akan tetapi sudah memiliki orientasi bisnis yang diarahkan dalam suatu kawasan, baik sebagai cabang usaha maupun sebagai usaha pokok, karena mengusahakan budidaya itik cukup menguntungkan dan dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan keluarga. Sehubungan dengan hal tersebut perlu disusun Pedoman Budidaya Itik Pedaging Yang Baik (Good Farming Practice), sebagai acuan bagi para peternak untuk melakukan usaha budidaya secara baik maupun bagi petugas teknis di lapangan untuk pendampingan dan pengawasan agar usaha budidaya peternakan itik tersebut berjalan sesuai dengan pedoman yang ditetapkan dan terhindar dari penyakit hewan menular sehingga usaha budidaya peternakan itik tersebut dapat ditingkatkan produksi dan produktivitasnya. B. Maksud dan Tujuan 1. Maksud Maksud ditetapkannya Pedoman ini yaitu: 1.1. Bagi peternak sebagai pedoman dalam melaksanakan budidaya itik pedaging yang baik (Good Farming Practice); 1.2. Bagi Dinas yang menangani fungsi peternakan dan kesehatan hewan di daerah sebagai pedoman dalam melakukan bimbingan dan pengawasan dalam usaha budidaya itik pedaging yang baik (Good Farming Practice). 2. Tujuan Tujuan ditetapkannya Pedoman ini yaitu: 2.1. Meningkatkan populasi, produksi, dan produktivitas ternak; 2.2. Meningkatkan mutu hasil ternak; 2.3. Mendukung ketersediaan pangan asal itik di dalam negeri dan mendorong ekspor komoditas ternak khususnya daging itik; 2.4. Menciptakan usaha budidaya yang ramah lingkungan; 2.5. Menciptakan lapangan pekerjaan; 2.6. Meningkatkan pendapatan peternak. C. Ruang Lingkup Ruang Lingkup Pedoman ini meliputi: 1. Prasarana dan Sarana, yang terdiri dari: 1.1. prasarana; 1.2. sarana. 2. Tenaga Kerja; 3. Pelestarian Lingkungan; 4. Pengawasan dan pelaporan, yang terdiri dari: 4.1. pengawasan; 4.2. pelaporan. D. Pengertian Dalam Pedoman ini yang dimaksud dengan: 1. Budidaya adalah semua proses kegiatan produksi yang dilakukan untuk memproduksi hasil-hasil ternak. 2. Budidaya Itik adalah semua proses kegiatan produksi yang dilakukan untuk memproduksi hasil-hasil ternak sesuai dengan tujuannya. 3. Meri atau DOD (Day Old Duck) adalah itik umur 1-7 hari. 4. Itik pedaging adalah anak itik jantan yang berumur sejak menetas sampai umur 8 - 10 minggu (bobot 1 kg) atau itik induk yang sudah tidak produktif. 5. Indukan (brooder) adalah alat pemanas ruangan kandang anak itik yang berfungsi sebagai induk buatan. 6. Pakan adalah campuran dari beberapa bahan baku pakan, baik yang sudah lengkap maupun yang masih akan dilengkapi, yang disusun secara khusus untuk dapat dipergunakan sesuai dengan jenis ternaknya. 7. Bahan Baku Pakan adalah bahan-bahan hasil pertanian, perikanan, peternakan atau bahan-bahan lainnya yang layak dipergunakan sebagai pakan, baik yang telah diolah maupun yang belum diolah. 8. Pakan Starter adalah pakan yang diberikan kepada anak itik periode starter (umur 1 hari sampai 4 minggu). 9. Pakan Grower adalah pakan yang diberikan kepada itik periode grower (umur 4 minggu sampai 10 minggu). 10. Konsentrat adalah pakan yang kaya akan sumber protein dan/atau sumber energi, serta dapat mengandung pelengkap pakan dan/atau imbuhan pakan. 11. Desinfektan adalah bahan penghapus hama. 12. Desinfeksi adalah tindakan pensucihamaan secara tepat dan cermat terhadap pakan, tempat pakan/air minum, semua peralatan, pakaian pekerja kandang, alas kaki, kendaraan, dan bahan lain yang tercemar, bangunan kandang yang bersentuhan dengan unggas, kandang/tempat penampungan unggas, permukaan jalan menuju peternakan/kandang/tempat penampungan unggas. 13. Sanitasi adalah suatu penataan kebersihan yang bertujuan meningkatkan/mempertahankan keadaan yang sehat bagi ternak baik di dalam kandang dan komplek maupun sekitar komplek usaha peternakannya. 14. Vaksin adalah bibit penyakit yang sudah dilemahkan atau sudah dimatikan dengan prosedur tertentu, digunakan untuk merangsang pembentukan zat kekebalan tubuh dapat menahan serangan penyakit. 15. Vaksinasi adalah usaha pengebalan hewan dengan menggunakan vaksin yang merupakan pertahanan kedua dalam upaya mengendalikan dan memberantas wabah penyakit. 16. Tempat Isolasi adalah tempat yang khusus digunakan bagi itik yang sakit atau diduga sakit. 17. Kepadatan kandang adalah banyaknya ternak itik yang secara ideal dapat dimasukkan dalam kandang per satuan luas lantainya. 18. Sehat dan Hygienis adalah secara kesehatan dapat dipertanggungjawabkan dan bebas dari pencemaran bakteri dan residu bahan kimia. 19. Biosecurity adalah semua tindakan yang merupakan pertahanan pertama untuk pengendalian wabah dan dilakukan untuk mencegah semua kemungkinan kontak/penularan dengan peternakan tertular dan penyebaran penyakit. 20. Pemantauan Kesehatan Hewan adalah pengamatan untuk melihat aras penyakit dan status kesehatan hewan dalam populasi secara terus menerus. E. PRASARANA DAN SARANA 1. Prasarana 1.1. Lokasi Lokasi usaha peternakan itik harus memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut : i. Tidak bertentangan dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) daerah yang bersangkutan; ii. Letak dan ketinggian lokasi terhadap wilayah sekitarnya harus memperhatikan lingkungan dan topografi, sehingga kotoran dan limbah yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan; iii. Tidak terletak di pusat kota. Lokasi usaha peternakan itik seyogyanya berjarak sekurang-kurangnya 250 meter dari pemukiman penduduk. 1.2. Lahan Status lahan peternakan itik untuk skala komersial hendaknya jelas status kepemilikannya, sesuai dengan peruntukkannya menurut peraturan perundang-undangan. Lahan untuk usaha keluarga (family poultry) jauh dari pemukiman untuk menghindari penyebaran penyakit dan pencemaran lingkungan. 1.3. Penyediaan Air Air yang digunakan untuk minum itik harus memenuhi persyaratan baku mutu air sesuai dengan peruntukannya. 2. Sarana 2.1. Bangunan Usaha peternakan itik pedaging hendaknya memiliki bangunan yang disesuaikan dengan kebutuhannya, sebagai berikut: 2.1.1. Jenis Bangunan i. Kandang anak itik dan kandang itik pembesaran. ii. Gudang penyimpanan pakan itik, gudang peralatan, gudang tempat penyimpanan obat. iii. Kandang isolasi itik sakit. iv. Tempat pemusnahan/pembakaran itik yang mati. v. Bak dan saluran pembuangan limbah. vi. Bangunan kantor untuk urusan administrasi. 2.1.2. Konstruksi Bangunan i. bangunan dan alas kandang terbuat dari bahan yang ekonomis, kuat namun dapat menjamin kemudahan pemeliharaan, pembersihan dan desinfeksi kandang. ii. konstruksi bangunan gudang pakan sebaiknya dibuat agar pakan tetap sehat, tidak rusak dan hygienis. iii. bahan dan konstruksi kandang hendaknya dapat menjamin agar ternak itik terhindar dari kecelakaan dan kerusakan fisik. iv. suhu optimal kandang 260 – 300 C dengan kelembaban maksimum 90%. v. memiliki saluran pembuangan limbah. vi. memiliki ventilasi untuk masuk dan keluarnya udara. 2.2. Tata Letak Bangunan Penataan letak bangunan kandang dan bangunan lainnya di dalam lokasi usaha peternakan itik pedaging hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut : i. ruang kantor dan tempat tinggal karyawan/pengelola usaha peternakan hendaknya terpisah dari daerah perkandangan dan dibatasi dengan pagar rapat; ii. kandang anak itik, kandang pembesaran hendaknya terpisah satu sama lain; iii. jarak antara tiap kandang minimal 1 kali lebar kandang dihitung dari tepi kandang; iv. jarak terdekat antara kandang dengan bangunan lain minimal 25 meter; v. bangunan-bangunan kandang, kandang isolasi dan bangunan lainnya ditata agar aliran air, saluran pembuangan limbah, udara dan penghantar lain tidak menimbulkan pencemaran lingkungan; dan vi. letak lebar kandang membujur dari timur ke barat untuk mendapatkan sinar matahari. 2.3. Alat Penerang Setiap usaha peternakan itik pedaging hendaknya menyediakan alat penerang yang diperlukan setiap saat sesuai kebutuhan dan peruntukannya. 2.4. Alat dan Mesin Peternakan Usaha peternakan itik pedaging hendaknya memiliki sejumlah peralatan pemeliharaan sesuai dengan kapasitas/jumlah itik yang dipelihara, mudah digunakan dan dibersihkan serta tidak mudah berkarat seperti: i. induk buatan (brooder); ii. tempat pakan (feeder) untuk berbagai jenis umur; iii. tempat minum (waterer) untuk berbagai jenis umur; iv. alat penghapus hama; v. alat penerangan; vi. alat pembersih kandang; vii. timbangan; viii. alat pencampur bahan baku pakan (mixer). 2.5. Bibit Itik 2.5.1 bibit itik pedaging yang dipelihara yaitu DOD/Day Old Duck (anak itik) jantan. 2.5.2 bibit itik pedaging yang dipelihara, harus bebas dari penyakit unggas seperti Avian Influenza (AI); Fowl Cholera; Fowl Pox; Avian Chlamydiasis; Salmonellosis ( S.pullorum ; E.enteridis ); Aspergillosis; Coccidiosis; dan penyakit unggas lainnya yang ditentukan oleh instansi yang berwenang dibidang penyakit hewan. 2.6. Pakan 2.6.1. Pakan yang digunakan harus cukup dan memenuhi persyaratan sehat dan hygienis serta berkualitas sesuai dengan kebutuhannya. 2.6.2. Sediaan biologik, premix, pharmacetix dan sediaan obat alami dapat digunakan sebagai pelengkap pakan atau imbuhan pakan pada usaha budidaya itik pedaging dan harus telah memperoleh Nomor Pendaftaran Obat Hewan, serta Pakan yang digunakan harus telah memperoleh Nomor Pendaftaran Pakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 2.7. Obat Hewan 2.7.1. Obat hewan yang dipergunakan untuk keperluan vaksinasi, pengobatan, dan keperluannya lainnya sesuai dengan peruntukannya, yaitu obat hewan yang sudah terdaftar dan memiliki Nomor Pendaftaran; 2.7.2. Penggunaan obat hewan harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku dibidang obat hewan. F. TENAGA KERJA Tenaga kerja yang terlibat dalam usaha budidaya itik pedaging, hendaknya memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1. berbadan sehat; 2. telah mengikuti pelatihan teknis produksi dan pelatihan kesehatan hewan; 3. menggunakan pakaian kerja antara lain baju kerja khusus, masker, sarung tangan dan sepatu boot; G. PROSES PRODUKSI 1. Pemilihan Bibit Untuk mendapatkan bibit itik pedaging yang baik perlu dipilih DOD/anak itik jantan dengan bobot minimal 40 gram. 2. Kandang Persyaratan teknis lokasi pembuatan kandang sebagai berikut: 2.1. memperhatikan tata letak kandang, drainase dan sistem pertukaran udara, cukup mendapat sinar matahari, bersih dan kuat; 2.2. lokasi kandang dekat dengan sumber air, tidak bising, dan sejuk; 2.3. memperhatikan sarana transportasi dan dekat dengan sumber pakan. 2.4. ukuran kandang (daya tampung):
2.5. peralatan kandang : 2.5.1. Tempat makan dan minum hendaknya dibuat dari bahan yang tidak mudah berkarat seperti bambu, paralon, plastik atau bahan lainnya, yang disesuaikan dengan umur itik, baik ukuran maupun bentuknya. Penempatan tempat makan dan minum dibuat secara praktis, mudah terjangkau ternak, mudah dipindahkan, mudah diganti atau ditambah isinya dan mudah dibersihkan; 2.5.2. Alat untuk membersihkan kandang harus lengkap. Alat pembersih yang berasal dari kandang isolasi tidak boleh digunakan pada kandang lain; 2.5.3. Alat pemanas (induk buatan) berfungsi sebagai induk buatan yang memberikan kehangatan kepada anak itik. Alat pemanas dapat berasal dari panas lampu minyak atau pundari sumber panas lainnya, seperti listrik. Pemakaian alat pemanas biasanya terbatas pada anak itik umur sehari sampai 1,5 bulan. 2.5.4. Alat penerang (lampu) Alat penerang diperlukan agar itik dapat mencari makan. 3. Pakan Pakan yang digunakan untuk itik pedaging, hendaknya pakan yang telah terdaftar dan berlabel, disesuaikan jumlah maupun mutunya dengan umur atau periode pertumbuhan itik. Dalam hal pakan yang digunakan untuk itik pedaging belum memiliki standar mutu pakan (SNI), maka untuk kebutuhan pakan itik pedaging yang berumur 1-21 hari dapat menggunakan pakan starter itik petelur dengan SNI Nomor 01-3908-2006. Untuk kebutuhan itik finisher dipergunakan pakan itik petelur dara (Duck Grower) sesuai dengan SNI Nomor 01-3909-2006. Dari SNI tersebut kandungan gizi pakannya dapat dilihat pada Tabel berikut :
4. Kesehatan Hewan 4.1. Situasi Penyakit Usaha peternakan itik pedaging bebas dari penyakit-penyakit unggas yang berbahaya seperti : Avian Influenza (AI), Fowl Cholera, Fowl Pox, Avian Chlamydiasis, Salmonellosis (S. pullorum; E. enteridis ), Aspergilosis, Coccidiosis dan penyakit unggas lainnya yang ditentukan oleh instansi yang berwenang dibidang penyakit hewan. 4.2. Tindakan Pengamanan Penyakit 4.2.1. Lokasi usaha peternakan tidak mudah dimasuki binatang lain yang membawa penyakit, misalnya tikus, burung, kucing; 4.2.2.Melakukan desinfeksi kandang dan peralatan, penyemprotan terhadap serangga, lalat dan pembasmian terhadap hama-hama lainnya dengan menggunakan desinfektan yang ramah lingkungan; 4.2.3. Melakukan pembersihan kandang baik terhadap kandang yang habis dikosongkan maupun sebelum dimasukkan ternak baru ke dalam kandang; 4.2.4. Menjaga kebersihan serta sanitasi seluruh komplek lokasi peternakan sehingga memenuhi syarat hygiene yang dapat dipertanggung jawabkan; 4.2.5. Mempunyai sistem penghapus hama yang baik bagi lalu lintas kendaraan, orang dan peralatan yang keluar masuk komplek peternakan maupun pada pintu-pintu masuk kandang, gudang pakan dan lain-lain; 4.2.6. Karyawan disarankan menggunakan pakaian kerja dan tidak melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan penularan penyakit dari satu kelompok ternak ke kelompok ternak yang lain; 4.2.7. Tidak diperkenankan setiap orang dapat keluar masuk komplek perkandangan yang memungkinkan dapat menularkan suatu penyakit kecuali petugas; 4.2.8. Itik yang menderita penyakit menular atau bangkai itik, peralatan dan bahan yang berasal dari kandang yang bersangkutan tidak diperbolehkan dibawa keluar komplek peternakan melainkan harus segera dimusnahkan dengan cara dibakar atau dikubur; 4.2.9. Melakukan tindakan pencegahan (vaksinasi) terhadap penyakit-penyakit itik sesuai dengan peraturan perundang-undangan dibidang kesehatan hewan; 4.2.10.Setiap terjadinya kasus penyakit terutama yang dianggap/diduga penyakit menular, peternak, tenaga kerja/karyawan segera melaporkan kepada Instansi/Dinas yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan; 4.2.11.Masyarakat membantu pemerintah dalam usaha pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan menular. 5. Penanganan Hasil Untuk mendapatkan hasil yang bermutu baik diperlukan penanganan itik pedaging sebelum dipasarkan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan yaitu sebagai berikut: 5.1. Pemilihan Itik (grading) Itik dipilah sesuai dengan kondisi dan beratnya. 5.2. Pemanenan Itik Sebelum itik dimasukkan ke dalam alat transportasi khusus, sebaiknya itik dimasukkan dalam keranjang khusus berbentuk bundar agar itik terlindung dari pengaruh buruk pada saat pengangkutan. 5.3. Penjualan itik dianjurkan ke tempat-tempat pemotongan unggas dan tidak langsung dijual ke pasar. H. PENGELOLAAN LINGKUNGAN 1. Rencana Penanggulangan Pencemaran Lingkungan Setiap pelaku usaha peternakan itik pedaging menyusun rencana cara-cara penanggulangan pencemaran dan pelestarian lingkungan sebagaimana diatur dalam: 1.1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. 1.2. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, dan 1.3. Peraturan Pelaksanaan mengenai AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). 2. Upaya Pencegahan Pencemaran Lingkungan Dalam upaya pencegahan pencemaran lingkungan diperlukan perhatian khusus terhadap beberapa hal seperti : 2.1. menghindari timbulnya erosi dan gangguan lain yang berasal dari peternakan yang dapat mengganggu lingkungan berupa bau busuk, suara bising, serangga, tikus serta pencemaran air sungai/air sumur. 2.2. setiap usaha peternakan itik pedaging membuat unit pengolahan limbah peternakan (padat, cair dan gas) sesuai dengan kapasitas produksi limbah yang dihasilkan. 2.3.setiap usaha peternakan itik pedaging membuat tempat pembuangan kotoran dan penguburan bangkai. I. PENGAWASAN DAN PELAPORAN 1. Pengawasan 1.1. Sistem Pengawasan Sistem pengawasan terdiri dari pengawasan internal dan pengawasan eksternal. 1.1.1. dalam pengawasan internal, usaha peternakan itik pedaging menerapkan sistem pengawasan secara baik pada titik kritis dari proses produksi untuk memantau kemungkinan adanya penyakit; 1.1.2. dalam pengawasan eksternal, Dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan, melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan manajemen yang dilakukan oleh usaha peternakan itik pedaging. 1.2. Sertifikasi 1.2.1. usaha peternakan itik pedaging yang produksinya untuk tujuan ekspor dilengkapi dengan sertifikat; 1.2.2. sertifikat dikeluarkan oleh Instansi atau lembaga sertifikasi yang berwenang; 1.3. Monitoring dan Evaluasi 1.3.1. monitoring dan evaluasi dilakukan oleh instansi yang berwenang dibidang peternakan dan kesehatan hewan di kabupaten/kota. 1.3.2. evaluasi dilakukan setiap tahun berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan serta pengecekan/kunjungan ke usaha peternakan itik pedaging. 1.4. Pencatatan Usaha peternakan itik pedaging hendaknya melakukan pencatatan (recording) data yang sewaktu-waktu dibutuhkan oleh petugas perusahaan atau instansi terkait, baik untuk pembinaan maupun untuk kemajuan peternak sendiri. Data yang perlu dicatat sebagai berikut : a. data populasi; b. data catatan produksi; c. data konsumsi pakan; d. data kematian ternak; e. data kesehatan hewan: e.1. Jadwal Vaksinasi; e.2. Data Penggunaan Obat; dan e.3. Data Penyakit. f. data harga (bibit, pakan, jual); g. tempat asal ternak yang dibeli/dipelihara; h. negara tujuan ekspor produksi daging yang dihasilkan, jika peternakan melaksanakan ekspor; i. data pemasukan dan pengeluaran ternak; dan j. pengujian Laboratorium. 2. Pelaporan setiap pelaku usaha peternakan itik pedaging membuat laporan tertulis baik teknis maupun administratif secara berkala (semester dan tahunan) kepada Dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan secara berjenjang sebagai bahan bimbingan dan pengawasan. II. PENUTUP Pedoman ini bersifat dinamis dan akan disesuaikan kembali apabila terjadi perubahan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan IPTEK. MENTERI PERTANIAN, ttd ANTON APRIYANTONO | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Thursday, 10 March 2011
PEDOMAN BUDIDAYA ITIK PEDAGING YANG BAIK
Wednesday, 9 March 2011
Pengin tahu bebek ?

Bebek adalah nama umum untuk beberapa spesies burung dalam famili Anatidae. Bebek umumnya adalah burung akuatik yang sebagian besar berukuran lebih kecil dibandingkan kerabatnya, angsa dan angsa berleher pendek, dan dapat ditemukan pada perairan air tawar maupun air laut.
Bebek terkadang disamakan dengan beberapa burung air yang berhubungan jauh namun mirip dalam penampilan, misalnya loon, grebe, gallinule, dan coot.
Bentuk persilangan dengan beberapa jenis bebek juga sering terjadi, seperti persilangan bebek dan entok yang disebut tiktok dan tongki.
Penampilan
Secara keseluruhan tubuh bebek berlekuk dan lebar, dan memiliki leher yang relatif panjang, meski tidak sepanjang angsa dan angsa berleher pendek. Bentuk tubuh bebek bervariasi dan umumnya membulat. Paruhnya berbentuk lebar dan mengandung lamellae yang berguna sebagai penyaring makanan. Pada spesies penangkap ikan, paruhnya berbentuk lebih panjang dan lebih kuat. Kakinya yang bersisik kuat dan terbentuk dengan baik, dan umumnya berada jauh di belakang tubuh, yang umum terdapat pada burung akuatik. Sayapnya sangat kuat dan umumnya pendek. Penerbangan bebek membutuhkan kepakan berkelanjutan sehingga membutuhkan otot sayap yang kuat. Tiga spesies bebek steamer tidak dapat terbang.
Bebek jantan dari spesies di belahan bumi utara terkadang memiliki warna bulu yang menarik. Spesies dari belahan bumi selatan tidak menunjukkan dimorfisme seksual kecuali Paradise Shelduck di Selandia Baru yang warna bebek betina lebih cerah dari pada bebek jantan. Warna bebek muda, entah itu jantan atau betina, umumnya lebih mirip bebek betina dewasa.
[sunting] Makanan
Bebek memakan makanan yang bervariasi, seperti rumput, tanaman air, ikan, serangga, amfibi kecil, cacing, dan moluska kecil. Bebek penyelam dan bebek laut mencari makanan di kedalaman air. Untuk memudahkan mereka dalam menyelam, kedua jenis bebek tersebut memuliki massa yang lebih besar sehingga mereka lebih sulit untuk terbang.
Bebek dari subfamili Anatinae tidak mampu menyelam jauh. Mereka hanya menyaring makanan dari perairan yang mampu mereka jangkau. Jika menyelam, mereka tidak dapat menyelam sejauh bebek penyelam. Untuk memudahkan penyaringan, mereka memiliki paruh pipih dan lebar serta mengandung lamellae.
Beberapa spesies seperti smew, goosander, dan merganser memiliki kemampuan untuk menelan ikan besar.
Proses berkembang biak
Bebek pada umumnya monogami, meski ikatan ini umumnya hanya berlangsung dalam satu tahun. Sebagian besar bebek berkembang biak sekali setahun dan memilih kondisi yang seusai (pada musim panas, musim semi, atau musim hujan).
Ekologi
Bebek memiliki penyebaran yang sangat luas dan dapa ditemukan di hampir setiap wilayah di dunia ini kecuali Antartika. Beberapa spesies mendiami daerah subantartika di Georgia Selatan dan Kepulauan Auckland. Beberapa jenis dapat mendiami daerah kepulauan samudra seperti di Hawaii, Selandia Baru, dan Kerguelen meski spesies jenis ini sedang dalam keadaan terancam atau telah punah.
Beberapa spesies bebek yang berkembang biak di wilayah arktik yang hangat ketika musim panas, adalah spesies migratori. Beberapa spesies di Australia di mana hujan terjadi secara periodik, bebek tersebut berperilaku nomadik; mencari perairan (danau dan kolam) yang terbentuk setelah hujan lebat.
Bebek dapat diterima di area berpenduduk padat. Pola migrasi mereka telah berubah sehingga banyak spesies yang menetap bahkan di musim dingin.
Predator
Di seluruh dunia, bebek memiliki banyak predator. Bebek muda umumnya rentan karena ketidak mampuan mereka untuk terbang. Bebek muda umumnya menjadi mangsa ikan besar seperti ikan pike, buaya, dan pemburu air lainnya, termasuk burung pemakan ikan seperti burung kuntul. Sarang bebek sering dirampok oleh predator daratan seperti rubah atau burung besar seperti elang.
Bebek dewasa adalah penerbang yang cepat, namun dapat ditangkap di atas air oleh pemangsa akuatik. Selama terbang, bebek umumnya aman namun masih terdapat predator yang mengancam seperti manusia dan Falcon Peregrine yang menggunakan kecepatan dan kekuatan mereka untuk menangkap bebek.
Peternakan bebek
Bebek memiliki banyak kegunaan ekonomis, untuk diternakkan demi daging, bulu, telur, dan juga kotoran mereka. Bebek yang diternakkan merupakan keturunan dari bebek liar Mallard (Anas Platyrhyncos), kecuali bebek Muscovy. Bebek yang diternakkan memiliki ukuran yang lebih besar dari nenek moyang mereka.
Laporan FAO menunjukkan bahwa Cina merupakan produsen bebek terbesar di dunia, diikuti Vietnam dan negara-negara Asia Tenggara lainnya
Bebek Ngambek berhubungan Sex

Manusia bisa menolak berhubungan intim dengan kata-kata atau sikap. Namun, bagaimana hewan melakukannya? Ini salah satu contohnya: Demi menolak berhubungan seks, sebagian bebek betina telah berevolusi dan mengembangkan “pertahanan” pada organ intimnya untuk menolak penis bebek jantan. Organ bebek tersebut memiliki rongga spiral yang melingkar searah jarum jam, sementara penis bebek melingkar dengan arah berlawanan..
Menurut para peneliti, bila memang sang bebek betina bersedia berhubungan intim, maka ia akan melakukan beberapa trik untuk memudahkan bebek jantan memasukkan penisnya yang berbentuk spiral itu sehingga pembuahan bisa terjadi.
“Pada spesies di mana kopulasi sering terjadi secara paksa, kaum jantannya mengevolusikan penis yang lebih panjang, tapi kaum betinanya juga telah merespons dengan mengevolusi bentuk vagina yang rumit, berspiral atau dengan saluran buntu untuk melawan arah penis kaum jantan tersebut,” tutur peneliti Patricia Brennan dari Universitas Yale. “Ko-evolusi ini merupakan hasil konflik antar-jenis kelamin untuk memperebutkan kendali atas pembuahan.”
Dalam pertandingan antar-jenis kelamin ini, kaum betina dari jenis bebek Muscovy (Cairina moschata) unggul dari kaum jantannya. Temuan ini dipaparkan dalam edisi 23 Desember majalah Proceedings of the Royal Society B.
Organ kelamin yang janggal
Pada tahun 2007, tim Brennan menggambarkan morfologi yang janggal pada organ kelamin bebek. Umumnya unggas jantan tidak berpenis, tapi memiliki kloaka (celah) untuk memindahkan sperma ke dalam kloaka kaum betinanya. Tapi bebek jantan jenis Muschovy ini bukan saja memiliki penis, tapi penisnya cukup besar dan fleksibel (bahkan ketika ereksi), kira-kira 20 cm panjangnya. Sebagai perbandingan, umumnya penis pria ketika ereksi hanya 15 cm.
Para peneliti telah mengamati bahwa bentuk vagina bebek Muschovy yang melingkar searah jarum jam itu efektif menghambat penetrasi penis bebek jantan sehingga walaupun kopulasi tak terhindarkan, tetapi pembuahan sulit terjadi.
Kaum betina jaya
Jadi bagaimana caranya bebek seperti jenis Muschovy ini berkembang biak? Bebek jantan harus melakukan ritual pemanasan sebelum kopulasi, dan bila bebek betinanya setuju maka ia akan mengambil posisi sehingga bukaan kloakanya membesar dan saluran di dalamnya berdenyut sehingga penis si jantan bisa masuk sepenuhnya
Kandungan Gizi pada bebek
Daging itik umumnya mempunyai tekstur warna agak sedikit gelap jika dibandingkan daging ayam baik sebelum atau sesudah dimasak. Kandungan gizi daging itik adalah sebagai berikut : kalori 129 (kal), protein 20 (g), lemak 5 (g), besi 2 (mg), vitamin B 100 (IU), berbeda agak jauh pada sisi kandungan vitamin B pada daging ayam yang hanya sekitar 30 (IU).
Ada beberapa faktor yang menyebabkan daging itik kurang menarik simpati masyarakat di Indonesia, antara lain karena selama ini variasi pengolahan daging itik yang bisa mengundang selera konsumen sangat terbatas jika dibandingkan daging ternak lainnya seperti daging sapi, kado (kambing dan domba), dan ayam. Harga daging itik sendiri juga relatif mahal dibandingkan ayam sehingga kurang menarik minat beli masyarakat. Apabila pengolahan daging itik ini bisa dikuasai oleh masyarakat kita maka kemungkinan masalah pemasaran daging itik akan sedikit terpecahkan.
Pada hakikatnya, kelunakan daging itik tidak terlepas dari komposisi daging yang terdiri dari sel-sel serabut otot, tenunan pengikat, dan lemak-lemak dalam struktur serabut otot. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi nilai kelunakan daging ternak, antara lain :
1. Genetic : faktor keturunan menyebabkan lunak tidaknya daging
2. Umur : makin tua umur ternak, makin keras pula sel-sel serabut otot dan tenunan pengikat
3. Makanan : makanan tertentu dapat mempengaruhi nilai kelunakan daging ternak
4. Pemotongan : pemotongan yang baik dapat mempengaruhi nilai kelunakan daging ternak
5. Pemuliaan : dengan pemuliaan bisa diperoleh keturunan ternak yang memiliki daging dengan kelunakan tertentu
6. Pengolahan : penggunaan enzim proteolitik dapat melunakkan daging ternak
7. Penyimpanan : penyimpanan dalam suhu tertentu akan mempengaruhi kelunakan daging ternak
Beberapa cara melunakkan daging ternak
Penggunaan enzin pelunak daging
Penggunaan enzim pelunak daging adalah cara yang paling sederhana dan praktis untuk kalangan ibu rumah tangga. Karena enzim tertentu dapat memecah jaringan pengikat pada daging, juga dapat dilakukan pada ternak yang masih hidup atau yang sudah dipotong. Sebenarnya masyarakat sudah lama mengenal cara tradisional untuk melunakkan daging, seperti penggunaan daun papaya untuk membungkus daging, penggunaan daun atau papaya muda untuk merebus daging, penggunaan nanas muda untuk memasak daging, dan peragian dengan menggunakan papaya muda atau nanas muda
Cara tradisional itu sesungguhnya memanfaatkan enzim papain dan enzim bromelin karena papaya atau daun papaya mengandung banyak enzim papain, sedangkan nanas banyak mengandung enzim bromelin. Jadi, secara tidak langsung masyarakat kita sudah memahami bahwa kelunakan daging bisa diperoleh dengan menggunakan getah-getah yang mampu mencerna, menghidrolisa atau memecahkan protein daging, baik sebelum pengolahan atau waktu pengolahan daging.
Bubuk pelunak daging
Bubuk pelunak daging bisa diperoleh di toko bumbu masakan Cina, biasanya digunakan di restoran karena sangat praktis dan dapat mempercepat pengolahan daging. Bubuk pelunak daging yang disebut “meat tenderizer” biasanya dihasilkan dari sisa industri pengalengan nanas, terutama bonggol nanas yang kaya akan enzim bromelin dibanding kulit atau buah nanasnya sendiri. Penggunaan bubuk pelunak daging dalam pengolahan mempunyai kelemahan, yaitu tidak bisa melunakkan daging secara sempurna. Bubuk ini hanya dapat melunakkan daging bagian luar, sedangkan bagian dalam masih keras. Lagi pula, proses pelunakan hanya bisa berlangsung pada suhu sekitar 60-70° Celsius
Pelunakan daging secara “antemortem”
Pelunakan daging antemortem pada hakikatnya adalah memberi perlakuan khusus pada ternak sebelum ternak di potong. Caranya, sebelum dipotong ternak diberi suntikan larutan enzim pelunak daging yang dimasukkan ke dalam vena jugularis (saluran darah). Secara teoritis, perlakuan tersebut berdasarkan pertimbangan :
1. Aliran darah ternak yang masih hidup merupakan system distribusi yang paling sempurna, dapat membagi dosis darah dan enzim ukuran yang diharapkan
2. Jantung ternak hidup dapat bekerja sebagai pompa yang mengalirkan larutan enzim yang disuntikkan merata ke seluruh tubuh
3. Darah tidak dapat bekerja sebagai pengencer enzim
Apabila sulit memperoleh bubuk pelunak daging, dapat dilakukan isolasi enzim pelunak daging yang praktis atau penyuntikan antemortem.
Cara mengisolasi enzim papain (papaya)
1. Ambil beberapa buah papaya muda dan bersihkan dengan air bersih
2. Kulit papaya muda dogores-gores atau ditoreh dengan pisau atau garpu
3. Tampung getah papaya yang keluar di atas piring bersih
4. Keringkan dengan sinar matahari
5. Enzim papain yang berbentuk kristal bisa dilembutkan dengan sendok sampai halus
Cara mengisolasi enzim bromelin (nanas)
1. Kumpulkan beberapa bonggol nenas kemudian cuci dengan air bersih
2. Bonggol nenas diblender atau diparut lembut
3. Parutan diperas dan disaring dengan kain yang berlubang lembut
4. Keringkan dengan sinar matahari
5. Enzim bromelin yang benbentuk kristal bisa dilembutkan dengan sendok sampai halus
Cara penyuntikan antemortem
1. 10 gram bubuk pelunak daging dicampur dengan 10 gram cairan pengencer gliserin
2. Campuran tadi dikocok rata hingga berbentuk pasta
3. Campuran berbentuk pasta kemudian dilarutkan dalam air suling (aquades)sebanyak 200 cc, kemudian dikocok sampai terlihat jernih
4. Bisa langsung digunakan dengan dosis 2 cc untuk setiap kilogram berat ternak yang akan dipotong
Untuk itu penyuntikan bisa dilakukan pada pembuluh di bawah sayap. Setelah penyuntikan dilakukan, itik bisa segera dipotong karena enzim proteolitik sudah cukup merata terbagi di seluruh jaringan daging. Namun, apabila itik tidak jadi dipotong, enzim tersebut tidak mempunyai pengaruh buruk bagi itik karena akhirnya enzim itu akan dikeluarkan lewat kotoran.
Daging ternak yang mendapat suntikan antemortem tidak mempunyai dampak negatif bila dikonsumsi sebab setelah proses pengolahan, enzim akan hancur. Namun, cara ini mengandung kelemahan yaitu organ itik seperti jantung, hati, dan ginjal menjadi terlalu lunak karena pengaruh enzim proteolitik
Pelunakan daging dengan penyuntikan postmortem
Penyuntikan postmortem adalah penyuntikan yang dilakukan pada karkas atau daging ternak yang sudah dipotong. Dosis yang digunakan boleh lebih banyak dan dapat disuntikkan pada bagian-bagian karkas tertentu yang kurang lunak. Selanjutnya karkas ditiriskan dengan posisi vertikal, sekurang-kurangnya 30 menit setelah ditiriskan karkas bisa dimasak.
Disarikan dari buku Mengelola Itik karya Bambang Agus Murtidjo
Awas! Jangan salah memilih daging Bebek

Baca artikel berikut supaya anda paham mengenai apa itu daging bebek , ciri dan sifat daging bebek dari berbagai jenis ternak dan cara
Daging bebek adalah salah satu produk pangan asal hewani yang mempunyai gizi tinggi karena mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral Yang dimaksud dengan daging ialah bagian yang diperoleh dari pemotongan ternak unggas.
Daging bebek yang tidak sehat bila dikonsumsi dapat menyebabkan sumber penyakit akibat keracunan makanan bagi manusia, untuk itu perlu diketahui berbagai jenis dan kriteria daging yang sehat dan baik.
Secara umum daging yang sehat dan baik adalah daging yang berasal dari ternak yang sehat, disembelih di tempat pemotongan resmi, kemudian diperiksa, diangkut dengan kendaraan khusus dan dijual di supermarket atau di los daging pasar yang bersih dan higien.Bagaimana mengenai daging bebek yang baik ...berikut penjelasannya
■Jangan pilih daging bebek jika anda jika kulit dan dagingnya berwarna kebirua bahkan agak hijau dan aroma yang kurang sedap, hal itu menandakan kondisi daging bebek sudah tidak layak lagi untuk disantap.
■Daging bebek lebih liat dan basah, tetapi rasanya gurih dibandingkan dengan daging unggas lain
Bebek Goreng Peking wuih ternyata makanan mahal di Luar Negeri

TAHUKAH Anda dengan Bebek Peking? Bebek Peking atau Peking Duck merupakan sajian populer dari Cina. Biasanya orang yang singgah ke daratan Cina mencicipi sajian Bebek Peking. Sajian bebek panggang ini diperkenalkan pertama kali oleh seorang juru masak pada masa Dinasti Ming (1368-1644) dan hanya disajikan untuk kaisar dan keluarganya.
Banyak masyarakat Cina menyakini bebek yang diolah menjadi Bebek Peking diternakkan secara khusus di Lembah Sungai Chanjiang (Yangtze), di mana bebek diberi pakan khusus sehingga menjadi gemuk dan sehat untuk bisa menghasilkan daging yang lembut dan kulit yang kering.
Pada abad ke-16 saat Peking atau Beijing menjadi pusat pemerintahan, cara memasak bebek peking mulai dipopulerkan untuk masyarakat umum. Di antara beribu menu masakan yang ada, boleh jadi sajian bebek peking adalah satu di antara yang masuk dalam nominasi istimewa. Rasanya khas dan proses pengolahannya tak mudah, sehingga tak mengherankan jika harga bebek peking mahal.
Selain itu, untuk membuat masakan bebek peking harus menggunakan bebek khusus, di mana komposisi antara kulit dan lemaknya harus merata. Di Cina sendiri yang hanya bebek asal Cina bagian utara yang pantas digunakan. Bebek-bebek ini diternakkan dengan diberi pakan khusus, dan tidak boleh banyak bergerak supaya gemuk dan dagingnya empuk.
Itulah mungkin sebabnya dari waktu ke waktu, bebek tersebut biasanya hanya disajikan pada momentum istimewa. Namun, kini, hampir setiap restoran bergengsi menyediakan menu daging bebek panggang tersebut.
Harga per porsi atau satu ekornya bisa mencapai Rp 230.000. Bahkan ada yang menjualnya dengan harga Rp 340.000 per porsi. Namun, jika pasokan bebek peking dari luar negeri tidak ada, biasanya restoran tetap menyediakan bebek peking berbahan baku bebek lokal dengan harga yang lebih murah
Mahal Jika dibandingkan dengan harga seekor bebek biasa, sajian khas itu memang terbilang mahal. Tetapi jika melihat langsung wujudnya, secara kasat mata saja harga tersebut tentu dirasa pantas untuk menebus bebek panggang nan montok itu, selain terkenal empuk dagingnya, aromanya terkenal khas dan lezat rasanya.
Proses pengolahan bebek peking juga rumit. Pertama bagian dada bebek diisi dengan aneka rempah khas ala Peking. Lalu, bagian dada tersebut dijahit dan bagian pantat bebek disemat jarum besi.
Setelah itu, bebek digantung sampai kandungan airnya benar-benar habis. Selanjutnya, barulah dipanggang. Kalau sudah matang, bebek digantung lagi. Kali ini agar semua lemak luruh.
Terakhir, disiram dengan minyak goreng yang panas. Dinikmati dengan nasi putih yang masih mengepulkan uap tipis, maka rasa daging bebek itu bakal terasa teramat lezat.
Kulit bebek merupakan bagian favorit bagi penggemar. Karena kulitnya kering dan renyah. Apalagi sebelum dimasak sudah lebih dulu diolesi bumbu. Cara menyantapnya, pelayan terlebih dulu memisahkan daging dari kulitnya. Pisau yang digunakan harus tajam, agar dapat mengiris kulit setipis mungkin tanpa menyertakan lemaknya.
Potongan kulit berbentuk segi empat kemudian diletakkan di atas momok semacam kulit lunpia khas Cina. Diberi saus plum, beraroma manis lalu dibungkus bersama ketimun, batang bawang dan irisan cabe merah.
Modelnya persis seperti lunpia. Kulit bebek yang garing bagai keripik, berpadu timun segar, dan irisan cabe dibungkus momok merupakan perpaduan unik dan gurih.
Olahan makanan dari daging bebek peking sangat bervariasi dan cukup mendapat tempat di masyarakat.
Dengan meningkatnya permintaan pangsa pasar nasional dan internasional terhadap daging bebek tersebut, apalagi ditambah dengan pertumbuhan bebek peking yang relatif cepat, sehingga tidak heran saat ini bisnis bebek peking ini cukup prospektif untuk ditekuni.
Bebek Peking merupakan salah satu jenis bebek dalam kategori bebek pedaging, karena itu para peternak bebek memanen ternakannya sebagai daging.
Misalnya pada 2009, ekspor daging peking ke mancanegara seperti Singapura, Cina, Jepang, Taiwan berkisar 150 ton dan permintaan pasar nasional berkisar 20 ton pertahun, sementara produksi daging bebek peking terbatas seiring masih kurang minat masyarakat.
Dan berdasarkan pengalaman di lapangan, bebek peking mempunyai kemampuan menghasilkan daging dengan waktu cepat serta kualitas yang tidak kalah dengan ayam ras pedaging.
Bebek peking mempunyai kemampuan untuk menghasilkan produksi daging kurang dari dua bulan bisa menghasilkan berat badan sekitar 3 - 3,3 kilogram dan siap panen. Hebat bukan? Anda tertarik untuk membudiyakannya?
Nilai Gizi yang terkandung pada Bebek
Bebek dimasak dengan benar bersifat unik lezat dan bergizi. Hal ini telah dinikmati oleh orang di seluruh dunia selama berabad-abad. itik Pekin, misalnya, tanggal kembali ke masa Yuan (Mongol) dinasti di Cina, saat breed ini pertama kali dikembangkan dan menjadi terkenal karena kualitas yang sangat baik gastronomi. Pemeliharaan itik dalam negeri untuk pangan dapat ditelusuri kembali setidaknya 4000 tahun. Bebek telah dihargai karena rasa dan kualitas gizi selama periode sejarah saat itu banyak makanan serta ketika pasokan pendek, dan terutama dalam kasus yang terakhir. Saat ini, itik masih sangat populer dan permintaan yang kuat di banyak daerah di dunia, khususnya di Asia. Preferensi mengenai bibit itik dan metode persiapan sangat bervariasi. Di Amerika Utara, bagian dari Eropa, Australia dan di banyak bidang lain juga, bebek panggang Pekin adalah item menu populer di restoran bagus. Panggang, direbus atau panggang itik Pekin juga populer di kalangan gourmets rumah. Baru-baru ini bagian bebek, seperti payudara dan kaki menjadi lebih tersedia, yang menawarkan lebih banyak pilihan untuk diet konsumen sadar. bebek dimasak bagian yang dapat dengan cepat dipanaskan dalam microwave juga menjadi lebih tersedia.
Di Perancis, bebek Muscovy, yang dalam kasus laki-laki terkenal karena memiliki jumlah besar daging dada ramping, telah mendapatkan popularitas yang luas dalam beberapa dekade terakhir. Di Cina, Beijing (Peking) mengelak adalah barang yang sangat populer di restoran di kota-kota besar. bebek Beijing juga dinikmati di daerah lain di China, tetapi Maya asli (rumah bebek atau bebek Sparrow) lebih populer di pedesaan. Banyak atau mungkin kebanyakan orang Cina lebih suka bebek yang lebih matang (Beijing bebek biasanya dipotong pada usia 7-8 minggu). Di Taiwan, bebek Mule, yang juga dikenal karena memiliki proporsi tinggi daging, sangat populer, baik di restoran dan di rumah.
Di antara orang-orang yang belum pernah mencoba bebek, atau mereka yang jarang makan itu, tampaknya ada setidaknya dua keprihatinan. Salah satu perhatian tampaknya kurangnya pengetahuan tentang bagaimana mempersiapkan benar bebek. Sebenarnya memasak bebek tidak terlalu berbeda dengan memasak daging lainnya dan sekali prinsip-prinsip dasar sedikit yang menguasai, paling siapa pun bisa menjadi seorang koki bebek master. Informasi tentang memasak bebek tersedia dari sumber seperti Counsel Bebek . Perhatian lainnya di antara yang tidak tahu tampaknya kandungan lemak lebih tinggi dari bebek, mana yang benar itik keseluruhan tetapi tidak daging kaki atau dada tanpa kulit. Ini adalah fakta yang didokumentasikan dengan baik masalah yang terkait dengan konsumsi yang berlebihan kalori dan lemak telah meningkat sebagai ekonomi dari banyak negara di seluruh dunia meningkat pada paruh kedua abad terakhir. Makanan telah menjadi lebih banyak dan terjangkau, dan jumlah tenaga kerja fisik yang dibutuhkan untuk mencari nafkah telah menurun. Keprihatinan atas kalori dan asupan lemak berlebihan ini sangat sah dan membuat pilihan makanan yang cerdas adalah penting untuk hari ini kesehatan yang baik semua orang.
Salah satu yang terbaik menyimpan rahasia gizi hari ini, bagaimanapun, adalah bebek yang, serta kebanyakan makanan, dapat dimasukkan dalam diet sehat gizi seimbang. Sebagaimana ahli gizi yang kompeten tahu itu adalah sebenarnya asupan gizi pada setiap hari (atau suatu periode beberapa hari) dasar yang sangat penting. Menjaga asupan gizi yang memadai dan kita perlu menghindari konsumsi berlebihan kalori, lemak dan kolesterol, mengharuskan membuat pilihan cerdas berkaitan dengan makanan tertentu, dan terutama jumlah setiap makanan yang dikonsumsi. Hal ini benar apakah bebek merupakan bagian dari diet seseorang atau tidak. Ketika bebek (atau salah satu dari daftar panjang makanan lain) adalah termasuk dalam menu, beberapa penyesuaian pada jumlah item lainnya pada menu mungkin diperlukan. Seperti yang ditunjukkan pada contoh di bawah ini, Namun, penyesuaian tersebut tidak perlu memberatkan. Berbeda dengan makanan "baik / buruk makanan" Alasan (total menghindari "buruk" makanan, makanlah hanya "sehat" makanan) dipopulerkan oleh iklan dan media lain, banyak orang dapat dan lakukan secara teratur makan diet seimbang terdiri dari berbagai makanan, termasuk beberapa makanan disalahartikan sebagai "makanan buruk" oleh pencarian "dan menghancurkan ahli makanan" waktu kita. Kenyataan bahwa bebek biasanya dikonsumsi lebih jarang daripada daging seperti ayam, daging sapi atau babi, membuatnya relatif sederhana untuk menambahkan bebek ke menu mingguan dan pada saat yang sama mematuhi pedoman diet otoritas gizi seperti Dewan Riset Nasional, Pangan dan Gizi Dewan, yang menerbitkan Fitur Diet Tunjangan (RDA), dan tanpa melebihi asupan kalori total, lemak total, lemak jenuh dan kolesterol direkomendasikan oleh American Heart Association (AHA). Pemilihan kaki bebek atau bebek payudara tanpa kulit (lihat di bawah) membuat lebih mudah untuk memenuhi standar gizi dengan pengorbanan minimal makanan lain yang termasuk dalam menu mingguan.
Dasar untuk perencanaan makan yang baik adalah data yang dapat dipercaya pada komposisi makanan yang termasuk dalam program diet. Untungnya data yang ekstensif komposisi makanan, termasuk bebek, tersedia dari Departemen Pertanian AS, Agricultural Research Service, pada website: http://www.nal.usda.gov/fnic/foodcomp/search/index.html . Beberapa nilai gizi untuk itik telah diringkas dalam Tabel 1-5 berikut. Seperti daging lainnya, bebek adalah sumber protein berkualitas tinggi yang berisi array seimbang asam amino. Bebek juga mengandung jumlah murah besi, fosfor, seng, tembaga, selenium, thiamin, riboflavin, niacin, asam pantotenat, vitamin B6, vitamin B12, dan jumlah yang lebih rendah dari Kalium, Magnesium, Vitamin E, Vitamin A, Vitamin C dan asam folat . Lihat Tabel 2 untuk persentase Recommended Daily Allowances (RDA's) yang diberikan oleh bebek.
Bila dibandingkan pada "lean bersandar" dasar, bebek sangat mirip dalam komposisi gizi daging lainnya, seperti dapat dilihat dari data pada Tabel 3-5. Kaki bebek daging (paha + paha), dengan atau tanpa kulit (Tabel 3 dan 4) atau payudara bebek tanpa kulit (Tabel 5) mengandung tingkat yang relatif rendah lemak dan kalori, dan bandingkan baik, bahkan untuk ayam dan kalkun. Bagian-bagian itik dapat dimasukkan ke dalam menu diet yang paling sadar konsumen tanpa kesulitan. Tabel 6 menyajikan contoh bagaimana bebek panggang utuh (termasuk kulit) dapat dimasukkan ke dalam menu untuk sehari tanpa melebihi batas pada kalori, lemak total, lemak jenuh dan kolesterol dianjurkan oleh AHA, dan memenuhi kebutuhan gizi manusia menurut pedoman RDA . Diet yang disajikan adalah untuk 70 kg (154 lb) pria dewasa, 23-50 tahun, usia di fisik pekerjaan ringan. AHA pedoman membatasi asupan lemak sampai 30% dari kalori, asupan lemak jenuh sampai 10% dari kalori dan asupan kolesterol hingga 300 mg. Dalam contoh ini, semua pedoman ini bertemu dalam satu hari. Sebenarnya otoritas gizi paling, termasuk AHA, tidak memerlukan yang membatasi dipenuhi setiap hari selama batas selama beberapa hari, seperti seminggu, tidak terlewati. Hal ini jelas dari pemeriksaan menu yang satu tidak perlu "kelaparan" saat sarapan dan makan siang untuk menikmati bebek untuk makan malam.
Tabel 1. kandungan hara dari 100 gram (3,53 oz bebek. edible) berbagai bagian bagian Pekin dimasak dari, dengan dan tanpa kulit dan lemak (Data dari USDA database gizi, lihat Referensi)
Subscribe to:
Posts (Atom)